hut

Pemuda ini Gerakkan Ekraf Melalui Karang Taruna

Editor: Makmun Hidayat

SOLO — Organisasi kepemudaan seperti karang taruna memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif (Ekraf) berbasis masyarakat. Hal inilah yang dilakukan salah satu tokoh pemuda di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, melatih sejumlah karang taruna untuk budidaya ikan lele.

Meski tergolong baru, karena belum ada satu tahun, usaha yang dirintis dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dari kepemudaan bisa dikatakan sukses. Hal ini tak lepas dari usaha budidaya ikan lele yang dirintis di sejumlah desa di Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar sudah menuai hasil. Bahkan, hari ini salah satu karang taruna binaannya ada yang memanen ikan lele.

“Alhamdulillah sudah mulai panen. Hasilnya pun cukup baik,” kata Supriyanto kepada Cendana News, Selasa (5/6/2018).

Hasil bagus budidaya ikan lele ini tak lepas dari harga di pasaran yang tengah baik. Sebab, di hari biasa harga ikan lele berkisar Rp17.000-Rp 20.000 per kg, saat ini bisa mencapai Rp22 ribu. Kondisi ini membuat karang taruna yang baru pertama kali budidaya ikan semakin bersemangat.

“Tentu hal ini positif bagi teman-teman pemuda untuk terus mengembangkan budidaya ikan. Yang penting adalah semangat berwirausaha harus ada dulu,” dorongnya.

Usaha budidaya ikan lele dengan mengoptimalkan organisasi kepemudaan ini berawal dari melihat potensi lingkungan. Adanya sumber air yang melimpah serta SDM, membuat dirinya mencoba melahirkan gerakan ekonomi kerakyatan. Semangat kepemudaan tak kalah penting dalam melihat potensi yang ada di sekitarnya.

“Saya lihat pemuda ini memiliki semangat yang besar. Baik untuk tumbuh dan berkembang, juga semangat berwirausaha,” imbuhnya.

Karang Taruna Kebak Lor memanen hasil budiyaya ikan lele – Foto Harun Alrosid

Dalam mengawali usaha ekonomi kreatif ini, dirinya mengaku hanya memberikan modal sedikit kepada karang taruna. Yakni berupa bantuan benih ikan lele, serta pelatihan budidaya. Upaya ini tak lain untuk bersama-sama membangun kesejahteraan yang dimulai dari hal yang kecil dan dari desa.

“Saya kira desa sebagai penyokong ekonomi merupakah hal yang sangat besar. Apalagi bisa mencapai sekup nasional,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan karang taruna Kebak Lor, Wahyu Hidayat menerangkan jika usaha yang dijalani bersama rekan-rekannya merupakan uji coba. Menurutnya, budidaya ikan lele tidak terlalu sulit, karena dari segi hama maupun penyakit tak terlalu banyak.

“Yang lebih penting adalah pasarnya juga baik. Ikan lele dapat dijual dimana saja, dan harganya mumpung masih tinggi,” ucap dia.

Menjadi bagian dari penggerak ekonomi berbasis kepemudaan, Wahyu mengaku cukup tertantang. Sebab, selama ini kalangan pemuda banyak menghabiskan waktu untuk mengeyam pendidikan formal. Melalui usaha ini, pihaknya yakin mampu memberikan ilmu tersendiri, terutama untuk berwirausaha.

“Sangat terimakasih sekali, karena ini bisa menjadi modal untuk bisa usaha yang lebih besar. Tak hanya budidaya ikan, tapi usaha yang lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com