Pemudik dari Jawa Dominan Menyeberang Pulau Sumatera

Editor: Satmoko

249

LAMPUNG – Pemudik pada angkutan lebaran 2018/1439 Hijriah pada hari keenam jelang lebaran Idul Fitri mulai terlihat mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan rekapitulasi arus angkutan dari Merak menuju Bakauheni tercatat sebanyak 1.251 unit kendaraan roda dua telah menyeberang ke pelabuhan Bakauheni.

Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan kendaraan roda dua asal Pulau Sumatera yang menyeberang ke pelabuhan Merak berjumlah sekitar 438 unit pada hari keenam jelang lebaran.

Budi Setiawan selaku petugas rekapitulasi data dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News menyebut, selain kendaraan roda dua mendominasi, kendaraan pribadi dan bus terlihat mengalami peningkatan.

Kendaraan pribadi yang menyeberang dari pelabuhan Merak tercatat sebanyak 3.624 uni lebih banyak dari Bakauheni yang tercatat sebanyak 1.493 unit. Sementara jumlah bus menyeberang dari Jawa tercatat sebanyak 344 unit dan dari Sumatera sebanyak 147 unit.

Sejumlah kendaraan roda dua memilih istirahat di sejumlah SPBU di Jalinsum [Foto: Henk Widi]
Selain kendaraan jumlah pemudik pejalan kaki pada hari ketujuh sesuai data per 12 jam di posko angkutan lebaran Bakauheni tercatat sebanyak 2.050 pejalan kaki dan dalam kendaraan sebanyak 13.031 menyeberang ke Merak.

Sebaliknya dari pelabuhan Merak menuju ke Bakauheni tercatat sebanyak 2.731 penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan sebanyak 22.987 orang.

“Dari data yang terlihat sudah ada peningkatan sejak hari ke delapan sebelum lebaran dan arus pemudik dari Pulau Jawa ke Sumatera menggunakan kapal laut mengalir lancar karena belum arus puncak,” terang Budi Setiawan, selaku petugas pencatat data posko angkutan lebaran Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu pagi (9/6/2018).

Kepadatan arus kendaraan tersebut terlihat sejak subuh dari sejumlah dermaga yang dioperasikan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Sejumlah kendaraan roda dua yang turun dari sejumlah kapal langsung menggunakan akses pintu keluar yang tertuju ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan mengarah ke Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur.

Sejumlah kendaraan roda empat bahkan langsung mengarah ke Jalan Tol Trans Sumatera yang telah difungsikan oleh PT. Hutama Karya.

Dominasi kendaraan roda dua yang menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera terlihat di pintu keluar pelabuhan. Akses pintu keluar tepat masuk ke JTTS segmen 1 Pelabuhan Bakauheni ke Gerbang Tol Bakauheni Selatan dan Utara terlihat dijaga oleh petugas patroli jalan tol dari PT.Hutama Karya dan unit Patroli Jalan Raya Polda Lampung.

Sementara kendaraan roda dua yang tak melintas jalan tol diarahkan ke Jalinsum dan Jalintim.

Sejumlah kendaraan roda dua yang turun dari pelabuhan Bakauheni secara bersamaan terlihat belum mendapat pengawalan dari petugas kepolisian. Ratusan kendaraan roda dua dengan berbagai tujuan kota di Lampung bahkan terlihat memadati sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalinsum.

Sebagian SPBU menyediakan fasilitas rest area dengan fasilitas tempat istirahat, toilet dan kamar mandi.

“Saya mampir ke SPBU untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Metro,” terang Hendi, salah satu pemudik dengan kendaraan roda dua.

Arus lalu lintas yang mulai terlihat dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya sebagian didominasi kendaraan roda dua. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono saat mengunjungi pelabuhan Bakauheni Jumat malam (8/6) mengimbau agar pelayanan ke pemudik bisa dioptimalkan.

Memberi kenyamanan bagi pemudik kapal khusus dan dermaga untuk roda dua disebutnya telah ditetapkan di dermaga VII pelabuhan Bakauheni.

Pelayanan untuk pemudik kendaraan bermotor tersebut diakuinya mengingat sejumlah pemudik masih memilih menggunakan kendaraan roda dua. Meski Kemenhub dan sejumlah BUMN memberi kuota mudik gratis dengan roda dua ke sejumlah tujuan, masyarakat masih memilih mudik dengan motor.

“Kami imbau pemudik sebaiknya mudik siang hari karena kondisi jalan minim lampu penerangan,” papar Djoko Sasono.

Prediksi puncak arus mudik angkutan lebaran pada hari ketiga sebelum lebaran disebutnya diantisipasi dengan penyediaan moda transportasi interkoneksi. Setelah naik kapal laut ia memastikan moda transportasi bus bisa disiapkan agar bisa digunakan untuk melanjutkan perjalanan.

Sebab angkutan lebaran sebelumnya banyak pemudik kerap kehabisan bus akibat melakukan perjalanan malam dan tiba di Bakauheni saat Subuh. Bus cadangan disebutnya sangat penting memberi pelayanan bagi pemudik dari Jawa ke Sumatera.

Baca Juga
Lihat juga...