Pemudik Motor Tujuan Merak Padati Pelabuhan Bakauheni

Editor: Makmun Hidayat

254

LAMPUNG — Hari kedua lebaran Idul Fitri 2018/1439 Hijriyah, arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Merak, Banten didominasi kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan Cendana News, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni masih mengoperasikan jumlah loket normal untuk kendaraan roda empat sebanyak 8 unit. Pada saat kondisi sepi, sebanyak 4 loket kendaraan bahkan sementara dipergunakan untuk penjualan loket kendaraan roda dua yang terlihat mengalir di loket pembelian tiket.

Mengalirnya arus kendaraan roda dua dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa hingga empat loket bahkan mengakibatkan pengendara terjatuh akibat kelelahan. Husni (30) pengemudi kendaraan roda dua bernomor polisi BE 2774 AV yang akan berkunjung ke kerabatnya di Serang, Banten terpaksa ditolong oleh anggota polisi dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Petugas kepolisian kawasan Pelabuhan Bakauheni sigap menolong pemudik motor yang terjatuh di depan loket penjualan tiket kendaraan roda dua – Foto: Henk Widi

Antrean kendaraan yang terjadi di loket dan kondisi cuaca panas disebutnya menjadi faktor dirinya kelelahan setelah melakukan perjalanan dari Bandarlampung.

“Saya akan berlebaran ke kampung halaman di Serang Banten setelah seharian kemarin berlebaran di Lampung, mungkin baru pekan depan kembali lagi karena anak saya juga masih libur sekolah,” terang Husni, salah satu pemudik yang sempat terjatuh di depan loket pembelian tiket kendaraan roda dua di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu (16/6/2018)

Husni menyebut pada arus balik lebaran biasanya fasilitas loket penjualan tiket disiapkan dengan tenda peneduh, namun pada hari kedua lebaran sementara belum dipergunakan. Husni mengaku sengaja berlebaran ke Serang memilih hari kedua lebaran menghindari kepadatan arus kendaraan.

Jika pada kondisi normal antrean kendaraan maksimal 5 hingga 6 kendaraan, ia bahkan mulai mengalami mendapat antrean kendaraan nomor 20 dalam kondisi panas terik.

Volume pemudik kendaraan roda dua, penumpang pejalan kaki, kendaraan roda empat dari Pulau Sumatera ke Jawa yang mengalir lancar diakui Humas PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Syaifulail Maslul.

Ia menyebut pada hari kedua lebaran Idul Fitri, sebagian warga Lampung yang ingin menyeberang merupakan pemudik lokal. Istilah “pemudik rantangan” bahkan disematkan bagi pemudik lokal yang tinggal di Lampung dan memiliki kerabat di Banten dan Tangerang.

Syaifullail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni – Foto: Henk Widi

Pemudik tersebut diakui Syaifulail Maslul terlihat sudah memadati antrean kendaraan roda dua didominasi plat nomor kendaraan A (Serang) dan BE (Lampung). Pemudik disebutnya dominan berangkat saat pagi hingga siang hari dan akan kembali beberapa hari sesudahnya.

Pemilihan waktu hari pertama dan kedua lebaran disebutnya karena tren pemudik pada hari itu masih lengang. “Para pemudik tersebut polanya berbeda dengan pemudik yang memiliki tujuan jauh, terlebih tahun ini liburan lebih panjang sehingga arus pemudik bisa mengalir,” terang Syaifullail Maslul.

Mengalirnya arus pemudik asal Sumatera tujuan Jawa tersebut diakui Syaifullail juga terlihat di loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki. Sebanyak 5 loket existing seperti hari normal dari total 9 loket tambahan yang disiapkan saat lonjakan arus balik.

Belum adanya antrean pembelian tiket pejalan kaki disebutnya membuat loket penjualan tiket masih disediakan dengan jumlah normal.

Saat arus balik mengantisipasi lonjakan pemudik yang diprediksi terjadi pada 19-22 Juni disediakan tambahan sebanyak 9 unit loket penjualan tiket penumpang, sebanyak 14 loket roda dua, tambahan 9 unit loket kendaraan roda empat. Sebanyak 10 lokasi toilet bahkan disediakan dengan sebanyak 69 unit toilet ditambah sebanyak 7 unit toilet portable.

Sesuai data angkutan lebaran 2018, Budi Setiawan selaku koordinator data rekapitulasi data harian, menyebut terjadi kenaikan penumpang ke Jawa dari Sumatera dibanding tahun 2017. Pada hari kedua lebaran hingga pukul 08.00, Sabtu (16/6) tercatat diseberangkan sebanyak 345.984 penumpang terdiri dari sebanyak 31.728 pejalan kaki dan sebanyak 314.256 penumpang dalam kendaraan.

Jumlah tersebut diakui Budi Setiawan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 326.008 penumpang, terdiri dari sebanyak 292.687 penumpang dalam kendaraan dan sebanyak 33.321 penumpang pejalan kaki. Selisih antara 2017 dan 2018 disebut Budi Setiawan terjadi kenaikan sebanyak 19.976 atau kenaikan sebesar 107,4 persen penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa.

Selain penumpang, kenaikan pemudik dari Pulau Sumatera ke Jawa terlihat pada pemudik kendaraan roda dua atau motor. Pada kurun H-8 hingga lebaran hari kedua tercatat sebanyak 8.308 kendaraan roda dua menyeberang ke Jawa.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama dengan jumlah 8.324 unit kendaraan roda dua atau terjadi penurunan sebanyak 16 unit kendaraan roda dua.

Sementara itu total kendaraan menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat pada 2018 tercatat sebanyak 58.795 unit kendaraan menyeberang ke Jawa. Jumlah tersebut diakui Budi Setiawan terdiri dari kendaraan roda empat, bus, truk dan kendaraan besar lain.

Pada tahun sebelumnya jumlah kendaraan menyeberang ke Pulau Jawa dari Sumatera berjumlah sebanyak 56.929 unit atau terjadi kenaikan sebanyak 1.866 atau meningkat sebesar 103,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga
Lihat juga...