Pengelola Wisata Pulau Diminta Terapkan SOP Keamanan

Editor: Mahadeva WS

265

PADANG – Peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba Sumatera Utara dan terkepungnya wisatawan di Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat, akibat tingginya gelombang laut menarik perhatian banyak pihak.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

Kejadian tersebut mendorong banyak pihak melakukan evaluasi pengamanan angkutan kapal. Dua peristiwa itu dapat menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi, karena dapat merugikan pengunjung.  “Dari peristiwa itu, memberikan rasa aman kepada pengunjung di lokasi pulau perlu dievaluasi. Bagaimana dengan layanan wisata di Sumatera Barat. Saya ada rencana untuk melakukan evaluasi kedepannya,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Selasa (26/6/2018).

Nasrul berencana, melakukan sosialisasi secara langsung kepada pengelola wisata laut ataupun wisata pantai mengenai Standard Operating Procedure (SOP) keamanan. Berbagai sarana dan prasarana keamanan seperti baju pelampung, radio, dan informasi tentang penyelamatan apabila terjadi kemungkinan hal yang buruk, layaknya seperti naik pesawat akan disampaikan ulang.

Di Sumatera Barat cukup banyak wisata ke pulau-pulau yang mempergunakan transportasi perahu. Diantaranya wisata ke Pulau Pasumpahan, ke Pulau Mandeh, Pantai Cerocok dan Pulau Angso Duo. Dengan kondisi demikian, perlu untuk memberikan peringatan kepada pengelola wisata laut ataupun wisata pulau, untuk benar-benar melaksanakan safety dalam berwisata di laut.

“Sejauh ini persoalan pariwisata laut baru terjadi di Pulau Angso Duo pada lebaran kemarin ini. Dimana ada sejumlah penumpang yang terkepung di pulau, karena ombak besar. Maka dari itu, perlu diantisipasi kedepannya,” tegasnya.

Nasrul mengaku belum mengetahui pasti apakah seluruh wisata ke pulau di Sumatera Barat sudah menjalankan SOP tersebut. Sedangkan untuk wisata Pantai Cerocok Painan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan disebutnya, telah menjalankan SOP, bahkan telah menerapkan sistem asuransi jiwa bagi penumpang yang membeli karcis.

Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tersebut perlu menjadi pedoman bagi pengelola wisata pulau. Baik itu pengelola wisata dari swasta maupun pengelola wisata oleh pemerintah. “Kalau di Pesisir Selatan, wisata Pantai Cerocok Painan sudah dikelola oleh pemerintah setempat. Cuma untuk Wisata Mandeh bisa dikatakan untuk mengangkut pengunjung ke pulau masih dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini seperti ini yang perlu dingatkan untuk menjalankan SOP tersebut,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat diminta untuk turun ke lapangan mengimbau pengelola wisata. Pemprov Sumatera Barat telah melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan wisata. Untuk itu, sangat disayangkan jika layanan ataupun keamanan wisatawan tidak diutamakan.

Belum lagi mengenai persoalan pemalakan preman dilokasi wisata yang juga masih sering terjadi. Di libur lebaran 2018, masih ada laporan dari masyarakat ada preman yang memalak pengunjung.  “Soal pemalakan ini persoalan lama di wisata Sumatera Barat. Kita telah tindak tegas kepada mereka. Buktinya masih saja terjadi. Hal ini juga masuk dalam evaluasi wisata di Sumatera Barat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...