Penjualan Beras di Banjarmasin Turun 30 Persen

Editor: Koko Triarko

222
BANJARMASIN- Turunnya permintaan masyarakat terhadap komoditas beras pascalibur lebaran, membuat harga beras lokal di pasaran terpantau stagnan.
Dari pantauan di salah satu pusat perdagangan beras lokal di Banjarmasin, yakni Pasar Muara Kelayan, harga beras lokal sejak H+1 Lebaran hingga sekarang tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
“Stabil saja harganya, yang turun itu malah permintaannya. Kalau dipersentasikan dibanding hari biasa, penurunan permintaannya mencapai 30 persen,” jelas pedagang beras di Pasar Muara Kelayan, Hj. Rina, Jumat (22/6/2018).
Untuk harga beras lokal jenis Beras Siam, misalnya, kini dijual Rp140 ribu per blek. Begitu juga dengan Beras Unus yang dibanderol Rp160 ribu per blek. Kemudian untuk Beras Mutiara dibanderol Rp170 ribu per blek dan Beras Mayang dijual sebesar Rp180 ribu per blek.
“Bahkan, kemungkinan harga ini akan berangsur turun mengikuti permintaannya. Hal ini mengingat dalam waktu dekat ini beberapa daerah sudah kembali panen, yang tentunya membuat stok beras di pasaran kembali berlimpah,” tambahnya.
Terkait masih turunnya permintaan beras lokal oleh masyarakat, ia pun memprediksi akan kembali normal dua pekan setelah Lebaran. Hal ini seiring dengan mulai kembali bergeliatnya bisnis kuliner di Banua, setelah cukup lama melakukan libur Lebaran.
Sementara itu, untuk jenis Beras Jawa, memang sudah sejak awal Ramadan, permintaan dan harganya stabil di pasaran. Bahkan, kini walau permintaannya sudah cukup tinggi, harganya tidak ada kenaikan.
“Itu karena stok di gudang masing-masing distributor untuk beras Jawa masih cukup banyak. Makanya, kita masih bisa menjual dengan harga lama,” ucap salah satu pedagang beras Jawa di Pasar Sentral, Antasari H Khairuddin.
Beras Jawa Lopo Ijo saat ini masih dijual Rp280.000 per 25 Kg. Beras Jawa Cap Melon dibanderol Rp275.000 per 25 Kg. Sedangkan Beras Jawa Cap Paus dijual Rp270.000 per 25 Kg. Sementara Beras Jawa Cap Lele dibanderol Rp280.000 per 25 Kg.
“Biasanya, setelah lebaran ini pembeli beras Jawa cenderung meningkat. Untuk pasarnya kebanyakan adalah para buruh yang berasal dari Jawa yang kembali ke kebun dan tambang untuk bekerja,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...