banner lebaran

Penumpang Bandara Sepinggan Melonjak 25 Persen

Editor: Mahadeva WS

143

BALIKPAPAN – Sejak H-8 hingga H-5 lebaran 2018, lonjakan penumpang atau pemudik yang menggunakan jasa transportasi udara melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencapai 25 persen. Kenaikan tersebut jika dibandingkan dengan masa angkutan lebaran 2017.

Lonjakan penumpang itu melampui perkiraan sebelumnya yang hanya empat persen. Pada H-8 sampai H-5 lebaran, di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan jumlah penumpang yang berangkat dan datang mencapai 96.203 orang. Jumlahnya naik 11,48 persen. Sementara jumlah pesawat yang terbang mencapai 799 pesawat atau naik 13,1 persen dari 2017.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Handy Heryudhitiawan – Foto Ferry Cahyanti

“Artinya apa? Kalau dirata-rata penumpang yang datang dan pergi pada saat itu kenaikannya hampir 25 persen dari normalnya 20 ribu datang dan pergi. Kenaikan yang terjadi tahun ini melebihi dari prediksi,” kata General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Handy Heryudhitiawan, Senin (11/6/2018).

Dengan kenaikan yang melebihi prediksi tersebut, mengindikasikan terjadi pertumbuhan ekonomi di Balikpapan khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya.  Mobilitas orang tinggi sehingga berdampak pada tingkat hunian hotel, souvenir yang dibeli oleh masyarakat yang datang maupun berangkat.

Diperkirakan, lonjakan penumpang masih akan terjadi pada H-2 lebaran. Hal itu mempertimbangkan, jumlah penumpang setiap harinya mengalami kenaikan yang signifikan. Dan lonjakan penumpang akan terus terjadi. “Memang terbagi sehingga lonjakan masih akan terjadi H-2 karena masih terbagi penumpang yang melakukan mudik,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, posko terpadu di Bandara bersiaga dan memantau Airport Operation Control Center (AOCC) juga berjalan. “Terdapat 640 CCTV dan kita tampilkan disitu. Jadi kita lihat kesiapan bandara sangat siap. Dengan CCTV meyakinkan lagi meningkatkan level service kita. Misal ada pesawat delay jadi terlihat,” jelas Handy.

Adapun petugas yang bertugas untuk AOCC ada 120 personel dengan tiga shift berjalan. “Kita maksimalkan semuanya untuk memudahkan penumpang dalam melakukan perjalanan mudik,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.