Penumpang di Gilimanuk Menurun, Penumpang Ojek Musiman Sepi

Editor: Mahadeva WS

258

JEMBRANA – Menurunnya jumlah pemudik yang melalui pelabuhan Gilimanuk Bali berdampak kepada tukang ojek musiman yang biasa mangkal di Pelabuhan. Beberapa pengojek musiman mengaku, pendapatannya turun drastis di mudik lebaran tahun ini.

Salah seorang tukang ojek musiman Kadek Sidumulya mengatakan, tahun lalu setiap harinya bisa mendapatkan uang Rp200 ribu. Namun saat ini setiap harinya, hanya mampu membawa pulang uang Rp50.000. Di musim mudik tahun sebelumnya, kepadatan penumpang terjadi di H-4. Kepadatan tersebut berimbas mengularnya antrian penumpang hingga Polsek Gilimanuk.

Kadek Sidumulya salah seorang tukang ojek musiman saat menunggu penumpang di sekitar pelabuhan Gilimanuk Bali Selasa sore, (12/6/2018). Foto: Sultan Anshori

“Musim mudik tahun ini benar-benar sepi mas, ya karena jalur penyeberangan lancar sih. Beda jika terjadi kemacetan, pasti pemudik yang pejalan kaki akan menggunakan fasilitas ojek kami ini,” papar pria asli Buleleng tersebut saat ditemui di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (12/6/2018).

Kadek merupakan tukang ojek musiman yang bertugas mengantarkan pemudik pejalan kaki yang terjebak kemacetan ke loket pembelian tiket khusus pejalan kaki. Penumpang adalah pengguna penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang Banyuwangi.

Tarif yang dipatok oleh bapak dua anak ini untuk sekali antar adalah Rp2.000 hingga Rp3.000 tergantung dari jarak jauhnya jemputan. “Biasanya penumpang itu kejebak macet di gapura (sekitar dua kilo dari pintu masuk pelabuhan Gilimanuk). Kami pengojek musiman ini semuanya ada 10 orang,” pungkas pria yang sudah berprofesi sebagai tukang ojek musiman di Gilimanuk selama 20 tahun tersebut.

Berkurangnya omzet pendapatan akibat menurunnya jumlah pemudik yang melalui Gilimanuk tidak hanya dirasakan oleh tukang ojek musiman. Hal serupa juga dirasakan penjual makanan ringan yang berada di pintu masuk pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Arbiatin, salah seorang pedagang mengaku kondisi tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, mendekati libur lebaran ribuan pemudik datang secara serempak ke pelabuhan untuk menyeberang yang pada akhirnya menyebabkan kepadatan. Dari sana pada pemudik pasti akan melakukan aktivitas jual beli di warungnya.

“Namun saat ini sangat sepi karena arus penyebrangan lancar mas. Penurunan saya kira hampir 80 persen karena pembelinya sedikit,” aku wanita asal Madura tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.