Penyandang Disabilitas ini Harapkan Kepala Daerah Terpilih Peduli UMKM

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

286

PADANG — Ada suasana yang mengharukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6 di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat. Silvia seorang perempuan disabilitas yang tinggal di Jalan Bali, Ulak Karang Utara, bersama ibunya datang ke TPS 6 pada pukul 10.00 WIB.

Dengan mengenakan pakaian serba merah jambu, dan menggunakan kursi roda yang didorong sang ibu menuju lokasi TPS yang berjarak sekira 20 meter dari rumah, Silvia yang kini berusia 37 tahun terlihat bahagia. Seperti yang terlihat di wajahnya itu, seakan menyimpan harapan yang besar dengan hak suaranya, mampu memilih kepada daerah yang memperhatikan kondisi warganya.

Perempuan yang berparas manis ini mengaku meski harus datang ke TPS menggunakan kursi rodanya, soal alur pencoblosan yang ada di TPS itu tidak menyulitkannya. Bahkan pelayanan dan alurnya itu sangat memudahkan dirinya yang merupakan masyarakat berkebutuhan khusus.

“Saya tidak merasakan adanya kesulitan dalam menggunakan hak suara pagi ini, semuanya sangat mudah bagi saya,” katanya, Rabu (27/6/2018).

Silvia
Silvia bersama sang ibu saat menggunakan hak suara di TPS 6 di Ulak Karang Utara, Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, dalam menggunakan hak suaranya dalam Pilkada Padang/Foto: M. Noli Hendra

Silvia menyatakan membawa harapan yang besar terhadap pilkada Padang kali ini. Harapannya juga bukan tidak beralasan, dalam kondisinya lumpuh akibat kecelakaan yang dialaminya pada tahun 2001 lalu, kini dirinya tengah menekuni usaha kerajinan di rumahnya.

Usaha kerajinannya itu baru fokus ditekuni tiga tahun ini. Yakni merajut benang helai demi helai untuk membuat tas dan juga sepatu. Harga kerajinannya itu bervariasi mulai dari Rp300 ribu – Rp500 ribu per pasang sepatu. Sementara tas rajutannya, dihargai Rp200 ribu – Rp300 ribu per buah tas.

“Saya belajar kerajinan ini dari seseorang yang berasal dari Bogor yang berkesempatan datang ke Padang. Sejak itu, saya menekuni kerajinan ini. Pekerjaan ini akan saya lakukan apabila ada yang memesannya,” jelasnya.

Jumlah kerajinan yang dihasilkan Silvia tidaklah bisa dipatok selesai dalam hitungan waktu. Akan tetapi, pesanan akan selesai sesuai dengan ukuran yang dipesan. Biasanya, pesanan dapat diselsaikan dengan waktu satu pekan.

Selama ini diakuinya ada yang mendapatkan bantuan dari pihak swasta dalam bentuk bantuan modal usaha. Dengan kondisi demikian, dan pada momen pemilihan kepala daerah ini, ia berharap betul kepala daerah yang nantinya terpilih dan menang, dapat lebih memperhatikan kondisi UMKM, baik itu pelaku yang dalam kondisi fisiknya bagus, maupun seperti yang ia alami saat ini.

“Bagi saya, UMKM ini perlu diperhatikan, terutama bagi pelaku UMKM yang berkebutuhan khusus. Tidak bisa berbuat banyak, tapi melalui usaha dapat menghasilkan uang,” tegasnya.

Silvia menggunakan hak suara dengan nomor urut daftar pemilih nomor 17, sementara ibunya dapat nomor urut pemilih nomor 16. Tahun ini, merupakan tahun keduanya menggunakan hak suara. Tahun lalu, ketika ia masih berstatus mahasiswa, ia menggunakan suara di kampung halamannya, Kota Payakumbuh.

Baca Juga
Lihat juga...