Perkara Marianus Sae Dilimpahkan ke Penuntutan

Editor: Mahadeva WS

298
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Dalam waktu dekat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melimpahkan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) non aktif Marianus Sae.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah menyelesaikan berkas perkara penyidikan. Marianus yang kini berstatus tersangka tercatat mencalonkan diri sebagai Gubernur Provinsi NTT di pilkada serentak 2018. Marianus saat ini menjalani penahanan di Lapas Kelas I Surabaya, Jawa Timur.

Pemindahan lokasi penahanan dilakukan karena, rencananya persidangan Marianus akan dilakukan di Gedung Pengadikan Tipikor Surabaya. Hal tersebut dikarenakan belum adanya Pengadilan khusus kasus Tipikor di Kota Kupang, NTT. “KPK telah melimpahkan berkas perkara penyidikan beserta barang bukti dan juga tersangka Marianus Sae terkait kasus dugaan korupsi penerimaan suap atau gratifikasi sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Ngada, NTT. Dalam waktu dekat perkaranya segera dilimpahkan ke penuntutan,” ungkap Febri Diansyah, Jumat (8/6/2018).

Dalam perkara Marianus, penyidik KPK melakukan pemeriksaan 26 saksi. KPK juga menetapkan satu orang tersangka lain yaitu atas nama Iwan Wilhelmus Ulumbu. Wilhelmus diduga memberikan suap atau gratifikasi kepada Marianus selama dirinya masih menjabat sebagai Bupati Ngada.

Marianus dan Wilhelmus terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Ngada, NTT. KPK menduga Marinus menerima uang Rp4,1 miliar dari Direktur Utama PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Ulumbu. Uang tersebut diberikan secara langsung oleh Wilhelmus secara tunai.

Namun ada juga uang yang diberikan dengan cara transfer melalui ATM  ke rekening pribadi Marianus. KPK meyakini sebagian dari uang tersebut akan dipergunakan untuk dana kampanye di Pilkada Gubernur Provinsi NTT.

Baca Juga
Lihat juga...