Pertumbuhan Penerbangan di Balikpapan tak Capai 4 Persen

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN — Selama Lebaran 2018 berlangsung, pertumbuhan penerbangan rute domestik melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, tak sesuai dengan angka prediksi.
Pasalnya, pertumbuhan hanya mencapai 3,44 persen dari 2017, sementara angka prediksi pertumbuhan mencapai 4 persen. Ada pun penumpang yang diangkut mengalami kenaikan sebesar 0,97 persen atau 409.845 orang.
Berdasarkan data yang tercatat melalui posko terpadu angkutan udara lebaran 2018, tercatat puncak arus mudik di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan terjadi pada H-6, dengan jumlah penumpang mencapai 26.003 orang, dan puncak arus balik pada 20 Juni, dengan jumlah penumpang 25.605 orang.
“Walau tak sesuai prediksi, tapi pertumbuhan ini masih positif. Perlu kita cermati, bahwa sebelumnya justru mengalami pertumbuhan negatif,” ucap GM Angkasa Pura 1 Balikpapan, Handy Heryudhitiawan, usai menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2018 di halaman terminal keberangkatan Bandara SAMS, Senin (25/6/2018).
Menurutnya, belum sesuainya dengan angka prediksi pertumbuhan selama Lebaran, karena kondisi perekonomian masih belum terlalu membaik. Namun kondisi ini berbanding terbalik untuk angkutan kargo, yang sebelumnya diprediksi akan menurun.
“Justru yang diprediksi menurun, mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni 14,519 persen atau 2.563 ton. Angkutan kargo tersebut mayoritas berisikan sparepart pertambangan,” sebutnya.
Handy menilai, selama dibentuk posko terpadu angkutan udara lebaran tidak ditemukan sesuatu hal yang mengganggu pelaksanaan dan pelayanan mudik Lebaran. Hal ini tidak lepas dari peran pengguna jasa yang telah memahami ketentuan dan situasi arus mudik.
“Harapannya sinergi ini terus terjalin baik untuk mengoptimalkan sistem keamanan penerbangan, mengoptimalkan fasilitas dan personel dan memastikan kelancaran pelayanan kepada penumpang sesuai standar pelayanan bandar udara,” kata Handy.
Di kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Bandara SAMS Sepinggan, Agus Subagyo, mengatakan pelaksanaan pengamanan arus mudik sudah cukup baik, kendati pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan.
“Keluhan penumpang juga tidak ada, kecuali adanya isu harga tiket yang sudah kita klarifikasi, karena kejadiannya bukan di Balikpapan,” tambah Agus, yang mengaku kekurangan inspektur dalam pengawasan kegiatan dirgantara di Bandara SAMS Sepinggan.
Dia menambahkan, saat ini dibutuhkan tambahan sekitar 150 inspektur hingga 5 tahun ke depan, karena kini baru ada 15 inspektur.
Lihat juga...