Petani di NTT Mulai Panen Hasil Perkebunan

353
Buah kakao, ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanis Tay Ruba, mengemukakan, para petani di daerah itu mulai memasuki musim panen hasil perkebunan yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
“Saat ini, petani-petani di NTT sedang memanen hasil perkebunan seperti kakao, cengkeh, kopi, kelapa dan jambu mete,” kata Yohanis Tay Ruba, saat dihubungi di Kupang, Selasa (19/6/2018).
Ia mengatakan, musim panen lebih dominan dilakukan para petani di wilayah Pulau Flores dan sekitarnya, yang terdiri dari beberapa klaster hasil perkebunan.
Yohanis menyebut, seperti panen pada klaster kakao di Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, serta Kabupten Flores Timur yang sebagian petaninya juga memanen jambu mete.
Khusus wilayah utara Pulau Flores seperti di Sikka dan Ende, juga mulai memanen hasil perkebunan berupa kelapa.
“Memang, para petani di daerah ini juga tampak mulai mencari tenaga kerja dari daerah sekitar yang tidak menanam untuk memanen hasil-hasil yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, sementara petani di Kabupaten Bajawa dan Manggarai juga memanen hasil kopi arabika dan robusta.
Selain itu, penen cengkih di Kabupaten Nagekeo, wilayah selatan Ngada, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara panen hasil perkebunan di Pulau Sumba didominasi jambu mete.
Ia menjelaskan, musim panen hasil perkebunan tidak dilakukan secara serentak, namun bertahap hingga tiga bulan ke depan.
“Panen pertama itu untuk hasil perkebunan yang sudah matang, sambil menunggu yang masih hijau untuk panen tahap kedua dan seterusnya,” katanya.
Ia menambahkan, umumnya hasil panen para petani itu selanjutnya diolah dan dipasarkan untuk lokal maupun dijual ke Surabaya, Jawa Timur. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...