Petani di NTT Mulai Panen Hasil Perkebunan

262
Buah kakao, ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanis Tay Ruba, mengemukakan, para petani di daerah itu mulai memasuki musim panen hasil perkebunan yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
“Saat ini, petani-petani di NTT sedang memanen hasil perkebunan seperti kakao, cengkeh, kopi, kelapa dan jambu mete,” kata Yohanis Tay Ruba, saat dihubungi di Kupang, Selasa (19/6/2018).
Ia mengatakan, musim panen lebih dominan dilakukan para petani di wilayah Pulau Flores dan sekitarnya, yang terdiri dari beberapa klaster hasil perkebunan.
Yohanis menyebut, seperti panen pada klaster kakao di Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, serta Kabupten Flores Timur yang sebagian petaninya juga memanen jambu mete.
Khusus wilayah utara Pulau Flores seperti di Sikka dan Ende, juga mulai memanen hasil perkebunan berupa kelapa.
“Memang, para petani di daerah ini juga tampak mulai mencari tenaga kerja dari daerah sekitar yang tidak menanam untuk memanen hasil-hasil yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, sementara petani di Kabupaten Bajawa dan Manggarai juga memanen hasil kopi arabika dan robusta.
Selain itu, penen cengkih di Kabupaten Nagekeo, wilayah selatan Ngada, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara panen hasil perkebunan di Pulau Sumba didominasi jambu mete.
Ia menjelaskan, musim panen hasil perkebunan tidak dilakukan secara serentak, namun bertahap hingga tiga bulan ke depan.
“Panen pertama itu untuk hasil perkebunan yang sudah matang, sambil menunggu yang masih hijau untuk panen tahap kedua dan seterusnya,” katanya.
Ia menambahkan, umumnya hasil panen para petani itu selanjutnya diolah dan dipasarkan untuk lokal maupun dijual ke Surabaya, Jawa Timur. (Ant)
Baca Juga
Petani di Flotim Enggan Tanam Padi LARANTUKA – Para petani pemilik lahan persawahan di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur, masih banyak yang belum mau menanam padi, karena pol...
Kelapa ODSK Lobu, Tingkatkan Kesejahteraan Petani MANADO - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, mengajak petani kelapa di daerah itu, menanam varitas unggul dengan tingkat produktivitas ...
Petani Kakao di Lamsel Terpaksa Jual Hasil Panen S... LAMPUNG -- Sejumlah petani di Kabupaten Lampung Selatan, memilih tetap menjual hasil pertanian kakao, meski harga sedang anjlok, karena tak memiliki g...
Lima Tahun ke Depan, NTT Fokus Produksi-Produktivi... KUPANG - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Tay Ruba, memaparkan fokus penyusunan ...
Kopi di Sipirok Diganti Tanaman Cabai TAPANULI SELATAN – Petani cabai di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengalihkan sebagian tanaman kopinya ke komoditas cabai. Hal itu dilakuk...
Kabupaten Agam Dibantu 10 Ribu Bibit Kelapa LUBUKBASUNG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberi bantuan 10 ribu bibit kelapa varietas unggul kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Bibit tersebut...
Menggagas Pengembangan Sektor Kelapa di Sulut MANADO  - Sulut merupakan daerah dengan lahan pertanian kelapa sangat besar, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani dengan hasil panen kel...