Peternak Lebaran, Perbanyak Stok Pakan Hijauan

Editor: Satmoko Budi Santoso

239

LAMPUNG – Hari raya Lebaran Idul Fitri dimanfaatkan oleh sebagian besar warga yang beragama Islam melakukan silaturahmi keluarga. Praktis sehari sebelum Lebaran berbagai kesibukan persiapan Idul Fitri membuat warga tak beraktivitas seperti biasa misalnya di kebun, sawah bahkan menggembalakan ternak.

Meski demikian, pemilik peternak kambing, sapi di kecamatan Penengahan Lampung Selatan tetap memperhatikan asupan pakan hijauan bagi ternak peliharaan.

Bambang (30) salah satu peternak sapi Simental di Desa Gandri Kecamatan Penengahan menyebut, momen Lebaran dirinya kerap berkunjung ke keluarga jauh. Imbasnya, dalam dua hari Lebaran pertama dan kedua dirinya tak melakukan aktivitas mencari pakan serta menggembalakan ternak.

Ia bahkan menyebut, saat peternak merayakan Lebaran, ternak miliknya juga harus ikut merayakan Lebaran. Istirahat di kandang dengan asupan makanan berlimpah lebih dari hari biasa.

Persiapan pakan untuk ternak, disebut Bambang, bahkan dilakukan sejak tiga bulan sebelumnya dengan menanam sumber pakan hijauan di pekarangan rumah. Sumber pakan hijauan tersebut berupa rumput gajahan, kolonjono yang sengaja ditanam di tritisan atau batas pekarangan.

Sapi jenis simental milik Bambang peternak di Desa Gandri Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Rumput dengan jumlah ratusan rumpun tersebut mulai tumbuh subur dan bahkan sudah beberapa kali dipanen.

“Stok pakan hijauan kerap saya persiapkan dalam bentuk sudah kering maupun segar. Semuanya sudah disiapkan agar saat ternak ditinggal dalam sehari tetap tercukupi asupan pakannya, termasuk stok minum,” terang Bambang, salah satu peternak di Desa Gandri saat ditemui Cendana News, Sabtu (16/6/2018).

Bambang mengaku, saat Lebaran dirinya bahkan berkunjung ke sejumlah kerabat di lain desa bahkan kecamatan hampir selama seharian. Sebagai antisipasi agar ternak tetap tercukupi asupan pakannya, pakan hijauan rumput kolonjono disiapkan dekat dengan tempat pakan.

Ia memastikan saat ditinggal hingga satu hari penuh, ternak sapi miliknya tidak kelaparan. Sebuah selang khusus untuk mengalirkan air ke tempat pakan juga dibuat agar bisa memberi asupan air yang cukup.

“Jika pakan dan air minum sudah tercukupi, saya bisa tenang berlebaran berkunjung ke kerabat sementara ternak tidak kelaparan,” tutur Bambang.

Hal yang sama dilakukan oleh peternak lain bernama Suyatinah (66) warga Desa Pasuruan yang menyiapkan setengah ton pakan hijauan. Ia menyebut dengan kambing jenis kacangan sebanyak 15 ekor, sumber pakan disediakan empat hari sebelum Lebaran.

Pakan hijauan sebagai stok untuk ternak kambing milik warga Penengahan [Foto: Henk Widi]
Rumput tersebut sudah disiapkan dengan cara menanam di dekat area persawahan dan distok di dekat kandang. Solusi tersebut menjadi cara untuk menyiapkan pakan sehingga ternak tidak kelaparan saat ditinggal berlebaran.

Pakan hijauan yang dicari secara bertahap diakui Suyatinah membuat dirinya tidak khawatir meninggalkan ternak saat Lebaran. Pemberian pakan diberikan saat tengah hari hingga sore serta malam sehingga asupan pakan tetap terpenuhi.

Pada hari biasa, ia menyebut, proses pencarian pakan hijauan bisa dilakukan secara dadakan namun jelang hari raya Idul Fitri stok harus dipersiapkan.

“Kami harus membuat kue dan hidangan untuk hari raya sehingga ternak kerap terabaikan, stok pakan melimpah jadi solusi agar pakan tetap tersedia,” tutur Suyatinah.

Ia juga menyebut, momen hari raya tersebut juga menjadi berkah baginya sebab sepekan sebelum hari raya dua ekor kambing dibeli jagal. Dua ekor kambing tersebut diakuinya dijual seharga Rp1,5 juta untuk dijual sebagai daging.

Daging kambing yang dijual di pasar saat prepekan disebutnya menjadi kuliner khas gulai kambing bagi warga yang merayakan Lebaran. Suyatinah menyebut, sengaja hanya menjual kambing jantan usia lebih dari setahun karena kambing betina sengaja dipergunakan sebagai indukan.

Suyatinah salah satu peternak kambing menyiapkan stok pakan berlimpah saat Lebaran [Foto: Henk Widi]
Peternak lain bernama Sudarwanto bahkan menggunakan pakan buatan untuk antisipasi ternak ditinggal Lebaran. Meski tidak mudik jauh, pemilik enam ekor sapi brahman cross tersebut menyiapkan pakan jenis dedak, bekatul dan pakan organik cair.

Asupan pakan yang bergizi tersebut sudah disiapkan dalam bak pakan sehingga saat ternak ditinggal maksimal selama dua hari di kandang tidak akan kelaparan. Sistem pemberian pakan otomatis bahkan diterapkan pada wadah khusus. Sehingga pakan di bak akan terisi saat ternak memakan pakan. Hal ini untuk mengatasi kekurangan pakan saat Lebaran.

Baca Juga
Lihat juga...