Peternak tak Ikut Nikmati Naiknya Harga Jual Lele

Editor: Koko Triarko

272
YOGYAKARTA — Naiknya harga jual komoditas ikan lele di pasaran, ternyata tak memberikan keuntungan di tingkat peternak atau pembudidaya. Hal itu disebabkan harga jual ikan lele di tingkat peternak tidak banyak meningkat. 
Di Kulonprogo, harga jual komoditas ikan lele diketahui meningkat signifikan beberapa waktu terakhir. Ikan lele yang biasa dijual Rp22-24 ribu, kini meningkat hingga Rp25-28 ribu per kilogram, bahkan di tingkat pengecer mencapai Rp30 ribu per kilogram.
“Memang di tingkat pengecer harga jual untuk konsumen meningkat. Tapi, harga jual di tingkat peternak hanya Rp18 ribu per kilogram,” ujar peternak lele di Desa Triharjo, Wates, Kulonprogo, Suyatin, Kamis (21/06/2018).
Suyatin, peternak lele di Desa, Triharjo, Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Suyatin mengakui, harga jual ikan lele di tingkat peternak saat ini memang naik sekitar Rp300-700 per kilonya. Namun, kenaikan itu tidak memberikan keuntungan bagi peternak, karena harga pakan berupa pelet juga naik sejak beberapa waktu terakhir.
“Walaupun harga jual naik, tapi harga pakan juga naik Rp200 per kilo. Padahal, kita butuh sekitar 3-4 sak (isi 100 kilogram) pakan per 1.000 ekor setiap bulannya. Jadi, kalau dihitung keuntungan peternak tetap sama,” ujarnya.
Suyatin mengelola 36 kolam ikan lele di kawasan pembudidaya lele Desa Triharjo. Dalam waktu satu bulan sekali, ia memanen 4-5 kolam ikan dengan kapasitas 3.000-5.000 ekor tebaran. Untuk kolam kapasitas 3.000 tebaran, biasanya didapatkan hasil panen mencapai 2,5 kwintal lele siap jual.
Di kawasan pembudidaya lele Triharjo ini, terdapat 4 kelompok gabungan pembudidaya ikan lele, dengan total jumlah kolam ikan lele mencapai 198 kolam. Seluruh pembudidaya menerapkan sistim kolam terpal dalam melakukan kegiatan budidaya.
Baca Juga
Lihat juga...