PLN Siagakan 400 Petugas Selama Libur Lebaran

241

BALIKPAPAN — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menyiagakan sebanyak 400 personel untuk bersiaga menjaga keandalan jaringan listrik selama libur Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Mereka bersiaga di 54 pos siaga yang tersebar di Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Bontang, Tanjung Redeb, dan Tarakan. Pos siaga sampai ke kantor layanan terkecil,” kata General Manager PT PLN Kaltimra, Riza Novianto Gustam di Balikpapan, Rabu (13/6/2018).

Kesiagaan di pos-pos ini akan berlangsung sampai 29 Juni 2018. Selama dua pekan sejak tujuh hari sebelum Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah hingga tujuh hari sesudahnya juga tidak ada kegiatan pemeliharaan yang terjadwal, sehingga tidak ada pemadaman listrik sebab pemeliharaan tersebut.

“Kondisi pembangkit di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sudah dalam kondisi siap. Sebelum Ramadhan kami telah melakukan pemeliharaan rutin untuk kesiapan mesin-mesin ini memasok daya selama Ramadhan dan Idul Fitri berlangsung,” papar Gustam.

Ia menambahkan, kesiagaan petugas di pos terutama untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, semisal hujan dan angin kencang.

Untuk itu, PLN menjamin semua petugas sudah mengetahui prosedur operasi standar yang harus dilakukan.

Menurut Gustam, sesuai dengan pola pemakaian listrik dari Ramadan dan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, pemakaian tertinggi akan terjadi di pelanggan rumah tangga, walaupun beban puncak akan turun.

Sistem Mahakam, misalnya, dari beban puncak setiap hari yang saat ini mencapai 370 MW, turun menjadi 350 MW.

Keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Timur bertambah baik setelah Sistem Mahakam bergabung dengan Sistem Barito di Kalimantan Selatan.

Penggabungan kedua sistem membentuk Sistem Kalimantan dengan daya mampu hingga 1.600 Mega Watt (MW) dan melayani tidak kurang dari tiga juta pelanggan, menghubungkan jalur tidak kurang dari 800 kilometer mulai dari Banjarmasin di selatan sampai Sangatta, Kutai Timur, di utara.

Keandalan sistem kelistrikan Kalimantan didukung oleh pembangkit-pembangkit bertenaga uap, baik di Kalimantan Selatan maupun di Kalimantan Timur dan pembangkit diesel bersiaga.

Sementara di Kalimantan Utara berjalan dengan sistem isolated sesuai wilayahnya, termasuk Berau yang menjadi bagian dari Kalimantan Timur tapi belum terkoneksi dengan Sistem Mahakam. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...