Polda Bali: Penangkapan di Denpasar, tak Terkait Teroris

206
Ilustrasi -Dok: CDN
DENPASAR – Kepolisian Daerah Bali, menegaskan, penangkapan seorang warga di Jalan Gandapura III E, Nomor 43, Banjar Kertalangu, Denpasar Timur, berinisal EBA (45), pada Selasa (26/6) Pukul 20.30 WITA, bukan terkait jaringan teroris.
“Tim Subdit I Dit Reskrimum bersama Tim CTOC dan Brimob Polda Bali saat melakukan penggerebekan di rumah EBA, kami hanya menemukan amunisi (airsoftgun) dan peluru tajam dan hampa di TKP,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Henky Widjaja, saat dikonfirmasi di Denpasar, Rabu (27/6/2018).
Pihaknya menegaskan, bahwa tidak ada penangkapan teroris saat dilakukan penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian tersebut, sehingga informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar adanya.
Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan kasusnya untuk menyelidiki asal-usul amunisi kaliber berukuran 7,62 milimeter (mm) sebanyak sembilan butir, amunisi kaliber 5,56 mm sebanyak 103 butir, amunisi kaliber 40 mm (sembilan butir), amunisi kaliber sebilan mm (104 butir), satu peluru soft gun slug dan satu proyektil.
“Petugas juga mendapati satu butir kaliber 45, satu butir kaluber 38, sebanyak 20 butir peluru hampa, tujuh proyektil, 135 selongsong peluru, satu buah invinite vowder anti huru hara, dua buah air soft gun laras panjang dan dua buah laras pendek, lima buah sangkur dan satu buah pisau,” katanya.
Henky juga mengatakan, karena diduga telah melakukan tindak pidana menyimpan dan memiliki amunisi berupa peluru tajam sebagaimana dimaksud, maka EBA dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
“Tim saat ini sudah membuat laporan A-nya dan pelaku sudah diamankan di Polda Bali,” katanya.
Untuk barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dilakukan inventarisasi dan memeriksa sejumlah saksi-saksi yang ada di TKP. (Ant)
Lihat juga...

Isi komentar yuk