banner lebaran

Polemik Jalur Kendaraan, Satker Jalan Nasional Sudah Sosialisasi

Editor: Satmoko

360

MAUMERE – Sebelum pembangunan Jembatan Nangameting di Kota Maumere, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV PPK 64 Maumere Waerunu sudah melakukan sosialisasi terkait adanya pembangunan jembatan dan dampak yang ditimbulkan tersebab pengalihan jalur kendaraan.

“Sebelum melaksanakan pembangunan kami memang sudah melakukan sosialisasi di kantor Camat Alok Timur dan memang sudah ada pertemuan juga dengan Dinas Perhubungan membahas pengalihan arus kendaraan bermotor,” ujar PPK 64 Maumere Waerunu, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT, A.A. Gede Esa Aristadathu Sanjaya, Sabtu (9/6/2018).

Agung, sapaannya mengatakan, untuk pengalihan arus lalu lintas kendaraan dari arah timur dan hendak masuk Kota Maumere harus melewati jalan Bray di sisi selatan Jembatan Nangameting. Sementara kendaraan dari barat kota Maumere hendak ke arah timur harus melewati jalan alternatif di pesisir pantai.

A.A.Gede Esa Aristadathu Sanjaya, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi NTT. Foto : Ebed de Rosary

“Kalau mobil dari kota Maumere ke arah timur saat malam hari di jam-jam sepi bisa menggunakan jalan alternatif dekat pantai dan sepeda motor melewati jalan Bray di gang VI dan ini sudah disepakati. Sebelum pembongkaran jembatan Nangameting, selama 2 hari dilaksanakan uji coba,” jelasnya.

Saat sosialisasi yang difasilitasi camat dan dihadiri tokoh masyarakat, Ketua RT, RW, Telkom, PLN, Dinas Perhubungan, Polsek Alok dan Koramil Alok tersebut, tandas Agung, dibahas dampak yang akan ditimbulkan terhadap pengendara dan masyarakat sekitar yang tentunya akan berdampak terhadap peralihan lalu lintas dan lainnya.

“Saat sosialisasi juga sudah ada kesepakatan dan kami berharap agar masyarakat mentaati kesepakatan tersebut. Mudah-mudahan pembangunan jembatan tersebut bisa segera selesai. Pembangunan akan berlangsung hingga 21 Desember 2018 dan mudah-mudahan bisa dipercepat,” harapnya.

Pihak kontraktor, tegas Agung, tidak bisa mengaspal jalan sebab jalan tersebut bersifat darurat dan tidak ada dana untuk pengasapalan jalan darurat. Mungkin yang bisa dilakukan adalah penyiraman rutin agar jalan tanah tidak berdebu

Ketua BPC Gapensi Sikka, Paulus Papo Belang, menyesalkan adanya kesemrawutan arus lalu lintas dan kemacetan yang terjadi akibat dari pengalihan arus lalu lintas akibat pengerjaan Jembatan Nangameting di jalur jalan nasional Kota Maumere yang merupakan jalur padat lalu lintas.

Seharusnya, kata Papo, sapaannya,pembangunannya bisa dilakukan sebagian dahulu sambil sebagian jembatan lainnya bisa dilewati kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalur jalan alternatif dan menggganggu ketenangan masyarakat sekitar yang jalan lingkungannya dijadikan jalan alternatif.

“Harusnya ada petugas yang mengatur arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan dan ada tanda-tanda di jalan alternatif agar masyarakat bisa mengetahui.Jalan yang berdebu. Serta tidak pernah disiram sehingga menyebabkan polusi bagi pengendara dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.