banner lebaran

Polisi Amankan Pelaku Penipuan di Pelabuhan Bakauheni

Editor: Makmun Hidayat

191

LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP), Pelabuhan Bakauheni, mengamankan pelaku penipuan saat angkutan lebaran 2018.

Pelaku penipuan bernama Santi (39) dengan identitas KTP asal Pekon Banjarsari kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus diamankan di ruang kedatangan penumpang. Pelaku ditemukan petugas saat mengaku dirinya mengalami pembiusan.

Saat ditemukan petugas, pelaku berpura-pura melakukan perjalanan dari Bogor menuju ke Lampung. Dia membawa sang anak berinisial HN (8).

Kepada petugas, ia mengaku melakukan perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dengan Kapal Nusa Putera di Dermaga Tiga.

Pelaku bahkan sempat dibawa petugas kapal ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang Wilayah Kerja Bakauheni. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, pelaku juga mengaku mengalami sesak nafas sehingga harus mendapat bantuan oksigen.

Meski demikian, polisi melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan menemukan catatan modus serupa. Hal tersebut dibenarkan kepala KSKP Bakauheni, Ajun Komisaris Polisi Trisno Sigit.

“Kami melihat rekam jejak pelaku yang dalam catatan kami sudah melakukan aksi yang sama pada angkutan lebaran tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk mendapatkan uang transportasi,” terang Kepala KSKP Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News di kantor kesehatan kelas II Panjang, Senin malam (11/6/2018).

AKP Trisno Sigit menyebut petugas mengetahui modus pelaku dari catatan kepolisian tahun 2017 saat pelaku melakukan hal yang sama. Pada laporan tahun sebelumnya, pelaku mengaku menjadi korban kecopetan di kapal untuk melakukan perjalanan ke daerah Talangpadang. Petugas polisi disebutnya hanya memberikan ongkos untuk naik bus bersama sang anak.

Saat pelaku diamankan oleh petugas dan dibawa ke kantor polisi, AKP Trisno Sigit menyebut modus yang dilakukan dengan melibatkan sang anak.

Saat diinterogasi petugas, disebutnya sang anak sudah dilatih untuk mengaku kehilangan sejumlah uang sebanyak Rp4,7 juta, kehilangan handphone dan tas warna orange. Pengakuan yang sama tersebut bahkan dilakukan saat dibawa petugas ke Posko Kesehatan.

AKP Trisno Sigit memastikan kasus tersebut akan menimbulkan preseden buruk terhadap tugas polisi di pelabuhan. Sebab dengan mengaku menjadi korban pembiusan bisa menimbulkan kesan negatif terhadap aksi kejahatan konvensional pembiusan berujung pengambilan barang berharga milik korban.

Polisi meminta pelaku membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan modus serupa dan akan dipulangkan ke kampung halamannya.

Sebagai upaya mencegah terjadinya aksi kejahatan konvensional seperti pencopetan, pembiusan personel polisi disiagakan di ruang tunggu penumpang.

AKP Trisno Sigit menyebut posko terpadu Pelabuhan Bakauheni saat Operasi Ketupat Krakatau 2018 disiagakan sebanyak 57 personel polisi.

Sebanyak 8 anggota ditempatkan di ruang tunggu penumpang lantai dua dan lantai satu, sejumlah personel Brimob juga disiagakan di loket dan sejumlah titik mengantisipasi korban tindak pidana lain.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.