Polres Lamsel Siapkan Jalur Alternatif Mudik

Editor: Koko Triarko

232
LAMPUNG – Kepolisian Resor Lampung Selatan, menyiagakan sejumlah posko pelayanan angkutan mudik lebaran di sejumlah titik pada Operasi Ketupat Krakatau 2018.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lamsel, Inspektur Polisi Yani Devi Yanti, menyebut, sejumlah rambu lalu lintas juga dipasang, yakni banner, miniatur mobil polisi, dan manekin untuk peringatan bagi pengendara di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.
Iptu Yani Devi Yanti menyebut, saat terjadi kemacetan arus kendaraan pada puncak angkutan lebaran, Satlantas memastikan telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas.
Iptu Yani Devi Yanti, Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan, di antaranya pembuatan  jalur contra flow, jalur alternatif di ruas jalan provinsi. Antisipasi dilakukan dari pelabuhan Bakauheni hingga perbatasan Lampung Selatan dengan kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran.
“Jalur alternatif akan disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan yang terjadi saat puncak arus mudik dan balik lebaran. Petugas pengatur lalu lintas juga disiagakan di sejumlah lokasi,” terangnya, Kamis (7/6/2018).
Ia mengatakan, pemasangan tanda jalur alternatif sudah dilakukan di Simpang Gayam dan Simpang Menara Siger. Dua simpang jalan tersebut merupakan jalan pertemuan antara jalan nasional lintas Sumatera dan lintas Timur Lampung. Jalur alternatif tersebut dilengkapi dengan petugas pengamanan, sekaligus petunjuk arah untuk kendaraan pemakai jalur alternatif.
Selain jalur alternatif dan manajemen rekayasa lalu lintas, ratusan rambu lalu lintas termasuk fasilitas pengganjal ban juga disiapkan di tanjakan Tarahan di Kecamatan Katibung. Berbagai tanda imbauan di sepanjang Jalinsum dan Jalintim, kata Iptu Yani Devi, dipasang di sejumlah titik tikungan, turunan dan tanjakan. Pemudik pengguna kendaraan bermotor, bahkan akan mendapat pengawalan dari petugas.
Perhatian untuk jalur mudik yang digunakan untuk angkutan lebaran juga dilakukan pada titik longsor di KM 07 Jalinsum.
Iptu Yani Devi Yanti memastikan, sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Satker Pengawasan dan Pemeliharaan Jalan Nasional terkait perbaikan bahu jalan longsor.
Perbaikan oleh Kementerian PUPR, bahkan sudah dilakukan selama tiga hari terakhir dengan pembuatan drainase dan pembuatan talud.
Gunardi, pengawas proyek perbaikan bahu jalan longsor di KM 7, menyebut kerusakan pondasi talud disebabkan konstruksi yang tidak sempurna. Titik jalan tersebut longsor akibat aliran air yang berasal dari seberang jalan.
Perbaikan membutuhkan waktu sepuluh hari. Alat berat dikerahkan untuk membuat saluran drainase sepanjang 50 meter, mencegah air mengalir ke jalan.
“Bangunan talud lama terpaksa dibongkar, karena konstruksinya sudah tidak kuat, karena komposisi semen dan pasir tidak kuat mudah rontok,” cetus Gunardi.
Gunardi juga menyebut, setelah dilakukan pemasangan talud sepanjang 20 meter, ditimbun dengan tanah. Pemasangan talud di bahu jalan longsor KM 7 tersebut cepat dilakukan, mengantisipasi kepadatan arus kendaraan angkutan lebaran. Sebab, lokasi bahu jalan longsor itu dekat dengan pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera gerbang Tol Bakauheni Utara.
Baca Juga
Lihat juga...