Polres Malang Antisipasi Tindak Kriminal di Angkutan Umum

Editor: Koko Triarko

345
MALANG — Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati libur Lebaran 2018, jajaran Polres Malang, Jawa Timur, melakukan razia terhadap sejumlah kendaraan, khususnya angkutan umum.
Operasi oleh tim gabungan dari Polres Malang tersebut dilakukan di pertigaan jalan lingkar Kepanjen, Selasa, (19/6/2018).
Setiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut, satu persatu diperiksa oleh petugas yang terdiri dari Satuan Unit Sabhara, Satuan unit Lalulintas dan jajaran Polsek Kepanjen.
Kompol Bindriyo, Kapolsek Kota Kepanjen Malang. -Foto: Sultan Anshori.
Kapolsek Kota Kepanjen, Malang, Kompol Bindriyo, mengatakan, sasaran razia ini adalah gangguan kantibmas yang terjadi di dalam angkutan lebaran 2018. Selain memeriksa kartu tanda pengenal setiap penumpang, petugas juga memeriksa barang bawaan penumpang, baik yang akan dan menuju Malang. Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi sebuah tindakan kriminal, yang dapat menggangu rasa aman kepada para penumpang.
“Ini bagian dari upaya preventif yang kami lakukan untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal. Dan, kami libatkan sekitar 50 anggota, yang merupakan gabungan dari Polres Malang,” ucap Bindriyo.
Kompol Bindriyo menambahkan, razia yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dilakukan dua kali dalam sehari. Dari razia yang sudah dilakukan sejak H-7 lebaran, polisi berhasil mengamankan tiga orang yang diduga komplotan copet yang biasa beraksi di dalam bus pada H-2 lebaran.
Saat dilakukan razia, ketiganya diketahui telah melancarkan aksinya terhadap salah satu penumpang bus jurusan luar Malang.
“Kita amankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku tindakan kejahatan. Kami sudah amankan di Polres Malang untuk dilakukan pengembangan kasus. Dari pengakuannya, mereka beroperasi di dalam bus jurusan Malang ke beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” imbuh polisi berpangkat melati satu di pundaknya ini.
Untuk itu, Bindriyo mengimbau kepada para calon penumpang kendaraan umum, agar selalu waspada terhadap barang bawaannya. Selain itu, jangan membawa barang-barang yang bisa mengundang aksi kejahatan lainnya seperti memakai perhiasan yang berlebihan.
“Karena aksi kejahatan biasanya memanfaatkan lengahnya penumpang itu sendiri. Kalau bisa, selalu perhatikan faktor keamanan dan kenyamanan diri penumpang,” katanya.
Razia yang dilakukan selama satu jam ini, mendapatkan respon positif dari penumpang bus jurusan Malang-Blitar. Haryono, penumpang yang naik dari Stasiun Arjosari ini mengaku senang atas razia yang dilakukan oleh petugas kepolisian, karena hal tersebut bisa memberikan rasa aman bagi para penumpang dari tindakan kriminal.
“Ya, setuju, karena kami ini ingin mudik aman sampai ke kampung halaman. Kalau bisa, razia ini terus dilakukan,” ucap pria asli Lawang, Malang, ini.
Ia berharap, razia serupa juga dilakukan oleh Polres lain di luar Malang.
Seperti yang diketahui, pada musim arus mudik seperti saat ini tindakan kriminal bisa saja terjadi di mana pun, termasuk di dalam angkutan umum. Para pelaku tindakan kriminal seperti copet, biasanya melancarkan aksinya di saat para penumpang lengah.
Baca Juga
Lihat juga...