Polsek Wagir Ungkap Praktik Pengoplosan Gas Bersubsidi

Editor: Koko Triarko

343
MALANG – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wagir, membongkar praktik pengoplosan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sebanyak 20 tabung gas LPG 12 Kg dan 68 tabung gas LPG 3 Kg beserta satu buah tang, obeng dan alat suntik pindah gas (cop) berhasil diamankan sebagai barang bukti (BB).
Dalam penggrebekan yang dilakukan Rabu (13/6) kemarin, polisi juga berhasil mengamankan satu orang tersangka, AM, yang bertugas mengoplos dari tabung gas LPG subsidi 3 Kg ke tabung gas LPG nonsubsidi 12 Kg.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wagir, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mei Suryaningsih, menjelaskan, pengungkapan kasus itu diawali ketika Polsek Wagir mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penjualan minuman keras jenis arak trobas.
Dari situ, jajaran kepolisian Polsek Wagir mulai melakukan penyelidikan, dan bekerjasama dengan Satgas Pangan Polres untuk melakukan penggrebekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu di daerah Dusun Losari, Desa Sidorahayu.
“Sesampainya di TKP, kami melakukan penggledahan dan menemukan 41 botol arak trobas yang dikemas dalam botol plastik air mineral 1,5 liter. Pada saat kita melakukan penggledahan inilah, ternyata di belakang rumah tersebut juga sedang terjadi pratik pengoplosan tabung gas LPG,” jelasnya, Kamis (14/6/2018).
Disebutkan, pelaku melakukan pengoplosan tabung gas LPG dari tabung subsidi 3 Kg ke tabung nonsubsidi 12 Kg. Caranya, dengan menyuntikkan menggunakan sejenis cop kecil. Kemudian dalam pelaksanaan, pelaku menggunakan lap basah untuk meredam gasnya. Setiap harinya, pelaku bisa mengoplos 16 tabung gas 3 Kg menjadi 4 tabung gas 12 Kg.
“Jadi, untuk menjadikan satu tabung gas 12 Kg dibutuhkan 4 tabung gas 3 Kg,” ungkapnya.
Sebagai karyawan, pelaku mendapatkan keahlian mengoplos gas LPG tersebut belajar dari si pemilik usaha secara otodidak. Menurut pengakuan pelaku, praktik pengoplosan gas LPG sudah berjalan selama satu bulan di tempat tersebut. Namun, pada saat kejadian, Si Pelaku mengaku baru bekerja selama dua hari di tempat tersebut.
“Untuk harga jualnya sendiri, tersangka tidak mengetahuinya, karena dia hanya bertindak sebagai karyawan yang bertugas untuk mengoplos tabung gas,” terangnya.
Tersangka dijerat pasal 62 ayat 1 UU RI no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Sedangkan untuk pemilik usaha praktik pengoplosan gas LPG, Jm, masih dalam proses pengembangan. Mungkin nanti setelah ada perkembangan lebih lanjut baru kita sampaikan lagi,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...