Pondok Rajut Jogja Berdayakan Para Ibu Rumah Tangga

Editor: Koko Triarko

322
YOGYAKARTA – Seorang ibu rumah tangga di Kampung Joyonegaran, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Idayani (55), mendirikan sebuah kelompok home industry bernama Pondok Rajut Jogja. 
Diririkan sejak 2008, home industry di bidang kerajinan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar kampung Joyonegaran untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus bekerja di luar rumah.
Pondok Rajut Jogja kini mampu menghasilkan berbagai macam barang berbahan rajut, yang memiliki nilai jual serta nilai ekonomis cukup tinggi. Lebih dari itu, Pondok Rajut Jogja mampu mengangkat ekonomi belasan ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya.
“Saat gempa itu, beberapa rumah di sini ambruk. Termasuk rumah saya, sehingga harus tinggal di tenda. Dari situ, saya mengajak ibu-ibu untuk membuat rajut. Ternyata, ada teman yang suka dan membeli. Dari mulut ke mulut akhirnya banyak pesanan. Sampai sekarang,” katanya, Selasa (26/6/2018).
Kini, berbagai barang kebutuhan sehari-hari telah diproduksi oleh Pondok Rajut Jogja. Mulai dari payung rajut, sarung tangan, sarung bantal, tas, topi, sarung galon air dan berbagai macam produk lainnya.
Dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu, produk mereka telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan hingga Papua.
“Karena banyak pesanan, akhirnya beberapa warga lain ikut gabung. Ada 10 orang lebih ibu-ibu di sekitar kampung yang ikut membuat rajut. Banyak di antaranya merupakan ibu-ibu rumah tangga biasa, seperti istri dari tukang becak, penjual bensin, atau isri dari tukang tambal ban,” katanya.
Selain memasarkan produk melalui sejumlah kegiatan seperti pameran, baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan maupun iven di Yogyakarta, Pondok Rajut Jogja juga memasarkan kerajinan mereka melalui online. Selain melalui website Jogja Harmony, mereka juga memasarkan lewat media sosial seperti Facebook dan Twitter.
“Produk paling digemari adalah tas. Mayoritas konsumen adalah ibu-ibu atau mahasiswa,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...