Posko Kemenkes di Pelabuhan Bakauheni Tangani 140 Pasien Selama Mudik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

246

LAMPUNG — Posko kesehatan Kantor Kesehatan Kelas II Panjang wilayah kerja Bakauheni, menangani sebanyak 140 pasien selama angkutan lebaran 2018 (1439 H).

Suwoyo,S.Kep koordinator KKP kelas II Panjang wilker Bakauheni menyebutkan, jumlah pasien yang berobat di posko kesehatan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan saat arus mudik dan balik bisa bertambah.

Sesuai prediksi lonjakan arus balik masih akan terjadi pada akhir pekan bertepatan dengan berakhirnya posko kesehatan angkutan lebaran.

Sebanyak 140 pemudik yang berobat terhitung sejak H-8 hingga H+5 dengan berbagai gangguan kesehatan.

Pekan pertama posko dibuka dalam sehari yang dilayani 3 hingga 10 pasien. Namun pekan kedua jumlah tersebut meningkat rata rata per hari 15 hingga 20 orang.

“Peningkatan juga karena faktor lonjakan pejalan kaki yang akan naik kapal dari Bakauheni ke Merak, sebagian alami gangguan kesehatan dalam perjalanan akibat daya tahan tubuh menurun,” terang Suwoyo, Jumat (22/6/2018).

Sesuai catatan diagnosa pada saat pemeriksaan di antaranya mengalami myalgia (kelelahan), dehidrasi (kekurangan cairan), post sinkope (pingsan), gastritis (maag), ISPA, motion sicknes (muntah). Selain itu, beberapa penumpang juga sudah memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti diabetes hingga hipertensi.

Suwoyo, koordinator posko kesehatan KKP Kelas II Panjang wilker Bakauheni [Foto:Henk Widi]
Sebanyak 140  yang dirawat datang karena keinginan sendiri. Sebagian terpaksa dilarikan ke posko kesehatan akibat mengalami gangguan saat ada di ruang tunggu pembelian tiket, gangway menuju kapal, dari dalam kapal. Sebagian pasien pingsan sehingga terpaksa dievakuasi mempergunakan tandu dan kursi roda.

Teguh, salah satu perawat dari Dinkes Kabupaten Lamsel, UPT Puskesmas Palas menyebut dirinya bertugas di posko kesehatan selama angkutan lebaran sejak 4 tahun silam.

Selain bertugas bersama dengan personil KKP kelas II Panjang selama angkutan lebaran dirinya menyebut terbantu dengan adanya personel gabungan. Di antaranya relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka, Sentra Komunikasi mitra Polri yang ikut membantu menangani pasien.

“Saat ada pasien pingsan atau perlu mendapat perawatan medis anggota PMI dibantu pramuka membawa ke posko kesehatan,” terang Teguh.

Sesuai data, pasien berobat ia menyebut sebagian besar hanya menjalani perawatan jalan tanpa harus dirujuk. Satu pasien yang terpaksa dirujuk ke RSUD Bob Bazaar Kalianda bernama Sahono (65) warga asal Subang Jawa Barat yang didiagnosa mengalami gejala stroke ringan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.