PPDB Sistem Zonasi, SMPN 1 Larantuka Tingkatkan Layanan Pendidikan

Editor: Satmoko Budi Santoso

427

LARANTUKA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 yang menggunakan Sistem Zonasi, berdasarkan zona wilayah, menjamin penerimaan siswa baru berjalan secara obyektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

“PPDB berdasarkan zona wilayah sudah diberlakukan sejak tahun lalu merujuk pada Permendikbud 17 Tahun 2017, namun regulasi ini belum maksimal dijalankan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Tahun 2018, kembali menurunkan regulasi terkait Pedoman PPDB yang dituangkan dalam Permendikbud 14 Tahun 2018,” terang kepala sekolah SMPN 1 Larantuka, Solirus Soda, Sabtu (16/6/2018).

Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Lewolema ini mengatakan, SMPN 1 Larantuka menerapkan secara serius regulasi ini. Selain menguntungkan pihak sekolah karena tidak membuat penumpukan siswa di sekolah, juga tidak menutup ruang untuk siswa bisa mendaftar pada sekolah-sekolah yang ada di pelosok desa.

“Secara lembaga, kami sungguh menerapkan regulasi yang diturunkan ini. SMPN 1 Larantuka, hanya menerima siswa yang tamat dari Kelurahan Pantai Besar hingga Kelurahan Weri. Selain menguntungkan pihak sekolah, karena tidak membuat penumpukan siswa di satu sekolah, juga tidak menutup ruang siswa mendaftar pada sekolah di pelosok desa,” tegasnya.

Dikatakan Solirus, beberapa siswa berasal dari Pulau Adonara, Solor dan Kecamatan Tanjung Bunga serta lainnya. Datang ke sekolah tersebut hendak mendaftar, namun setelah mereka menerima penjelasan dari sekolah, para calon siswa baru tersebut pun memahami untuk tidak menjadikan prioritas.

Yohanes Susar, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, informasi terkait PPDB di SMPN 1 Larantuka telah diinformasikan pekan lalu baik melalui surat ke sekolah maupun dipajang pada baliho. Ada pun tahapan yang dilewati antara lain, pendaftaran, melengkapi persyaratan, proses seleksi dan pengumuman melalui papan informasi.

“Jumlah siswa yang diterima disesuaikan dengan daya tampung di sekolah. Kami menerapkan target sebanyak 350 siswa yang akan diterima untuk tahun ajaran 2018/2019 ini. Banyak juga permintaan orang tua di luar zona wilayah yang ditetapkan, namun semuanya tidak kami terima,” terangnya.

Kepada orang tua yang berasal dari luar zona dan mendaftarkan anaknya, sebut Yohanes, pihaknya memberikan penjelasan berdasarkan regulasi. Pendaftaran yang dilakukan, gratis, dan syarat untuk mendaftar hanya membawa Surat Keterangan Lulus dari sekolah asal.

Sementara itu, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Yohanes Magung Wanus, mengatakan, siswa yang sudah mendaftar selanjutnya mengikuti seleksi akademik yakni mengikuti tes obyektif.

“Sekolah melalui guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, secara bersama merumuskan soal untuk persiapan seleksi akademik. Mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahun Sosial (IPS), dan Bahasa Inggris,” bebernya.

Siswa yang lulus tes, tutur Mangu, namanya akan diumumkan di Papan Informasi Sekolah, dan selanjutnya melengkapi berkas administrasi untuk siap mengikuti Masa Orentasi dan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik Baru yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 13 Juli 2018.

Untuk diketahui, SMPN 1 Larantuka, saat ini memiliki 30 ruang kelas. 10 ruang untuk Kelas VII, 10 ruang untuk Kelas VIII dan 10 ruang untuk Kelas IX. Jumlah guru sebanyak 66 orang, dan Tenaga Kependidikan sebanyak 14 orang.

Baca Juga
Lihat juga...