Prepegan, Tradisi Jelang Lebaran di Tegal

Editor: Koko Triarko

333
TEGAL – Setiap daerah memiliki tradisi unik di hari Lebaran. Tak kecuali, daerah Tegal, Jawa Tengah, yang terkenal dengan tradisi ‘Prepegan’. Sebuah tradisi yang identik dengan tumpah ruahnya pasar tradisional setiap akan lebaran tiba.
“Prepegan itu di mana pasar-pasar pada penuh sesak dengan orang-orang yang berbelanja untuk kebutuhan lebaran,“ kata aktor asal Tegal, Slamet Ambari, Jumat (15/6/2018).
Slamet membeberkan, bahwa semua pedagang menyambut dengan penuh suka cita  datangnya prepegan. “Semua pedagang tahu, kalau prepegan sebagai momen orang belanja besar-besaran,” katanya.
Menurut Slamet, prepegan sebenarnya adalah hari akhir menjelang Lebaran. “Orang-orang memanfaatkan belanja besar-besaran, karena pada saat Lebaran para pedagang banyak yang libur,“ ungkapnya.
Namun, Slamet mengaku dirinya tak lagi melakukan tradisi prepegan, sejak istrinya meninggal dunia.
“Jadi, sudah tiga kali prepegan dilewati tanpa belanja apa pun,“ tuturnya, sedih.
Sedangkan, pada waktu kecil, Slamet mengenang begitu suka cita dan sangat senang mengikuti prepegan. “Sewaktu kecil, saya senang melakukan prepegan ke pasar, ikut desak-desakan, meski tidak tahu mau dibeli apa,“ ujar Slamet.
Selain prepegan, Slamet juga menceritakan, sebelum ada listrik, ada tradisi membuat lampu ceplik.
“Lampu ceplik itu terbuat dari bambu panjang, dengan minyak tanah yang ditaruh di latar rumah, atau masih pakai bambu membuat mainan meriam-meriaman yang dimainkan saat menunggu buka puasa, dan masih banyak tradisi khas Tegal lainnya,“ kenangnya.
Pada saat lebaran tiba, kata Slamet, ada tradisi yang tetap dilakukannya demi melesatarikan tradisi. “Setelah salat Idul Fitri, saya nyekar, ziarah ke makam. Selanjutnya, berkumpul bersama dengan keluarga untuk menikmati makan ketupat. Setelah itu, dilanjut silaturahmi ke keluarga, sanak saudara dan handai taulan,“ pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...