Priyo: Partai yang Halalkan Berbagai Cara, Mirip KGB

Editor: Satmoko

1.553

JAKARTA – Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Berkarya mengatakan, sangat disayangkan ketika kancah politik mulai bergulir ada partai yang menarik simpati ke masyarakat dengan melakukan berbagai cara. Hal itu mengingatkan dirinya akan Komunis Gaya Baru (KGB) yang menghalalkan segala cara.

Pandangan Priyo tersebut diungkapkan dalam rangkaian acara Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Berkarya di Jakarta, Sabtu (2/6/2018). Priyo juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam ketika melihat marwah Presiden Kedua RI Soeharto diserang, termasuk diri pribadi ketua Partai Berkarya ikut diserang.

Tentu seluruh jajaran kepartaian Berkarya dari Aceh sampai Papua tidak akan tinggal diam begitu saja. Pada akhirnya Partai Berkarya akan mengambil sikap dengan permasalahan yang sedang viral tersebut.

“Untuk sekarang fokus membangun partai, menyampaikan program yang tertuang di dalam Trilogi Pembangunan,” jelasnya.

Suasana Rapimwil II Partai Berkarya di Jakarta, Sabtu, (2/6/2018). Foto: M. Fahrizal

Dia menyampaikan lagi bahwa perjalanan Partai Berkarya didirikan dengan cara yang tidak mudah, dengan ikhtiar yang tulus dan semangat baja. Sebelumnya dipandang sebelah mata, dengan kesediaan Hutomo Mandala Putra menjadi Ketua Umum Partai Berkarya akhirnya bisa menjadi partai yang disegani lawan, mulai dikenal dan dicintai khalayak.

“Dengan Bapak Tommy menjadi ketua umum partai menjadikan partai ini tidak kalah pamor dengan partai besar yang sudah ada. Dan ini menjadi modal awal kita sebagai partai baru, bisa sejajar dengan partai besar. Tentu modal besar inilah yang menjadikan visi-misi partai, plat form partai tentang negara Indonesia, semuanya dapat segera dijalankan. Jadi inti sari dari plat form Partai Berkarya yakni nasionalis, religius, dan mengedepankan karya,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan pula mengenai alasan kenapa hijrah dari Golkar ke Berkarya karena Partai Berkarya dipimpin langsung oleh trah Soeharto. Partai Berkarya tidak ragu untuk mengingatkan kepada bangsa bahwa di suatu zaman, ada seorang presiden besar memimpin negeri ini.

Partai Berkarya juga tidak ragu untuk mengusung kembali Trilogi Pembangunan yakni mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta menjaga stabilitas keamanan dan politik. Trilogi Pembangunan itu merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki ekonomi sulit yang sekarang  menimpa Indonesia.

Dalam Rapat Pimpinan Wilayah II (Rapimwil) Partai Berkarya dirinya juga kembali mengatakan bahwa akan ada pergantian kepengurusan atau rotasi kepengurusan dengan sudah disetujui bersama bahwa untuk Ketua DKI diberikan mandat dan amanah kepada Muhammad Ali Reza yang merupakan putra menantu dari Mbak Tutut untuk memimpin DKI Jakarta.

“Saya menyambut gembira karena DKI Jakarta merupakan jendela politik nasional, maka saya berpesan kepada Mas Reza untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Untuk segera mengibarkan dan membesarkan Partai Berkarya di seluruh penjuru DKI Jakarta.

Strategi yang digunakan untuk pemenangan di Jakarta salah satunya tanpa ragu kita mengedepankan nilai-nilai kebaikan zaman Pak Harto dan demam kerinduan Pak Harto. Termasuk juga masalah-masalah kesejahteraan, Partai Berkarya menginginkan agar dijaga benar dengan kembali kepada nilai-nilai bangsa, nilai kekeluargaan, gotong royong, tenggang rasa yang sekarang mulai hilang. Akibat ulah politisi dan pemimpin yang saling mencaci dan menghujat satu sama lain,” tutur Priyo.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.