Produksi Ikan Teri Kering di Tegal Masih Andalkan Panas Matahari

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

351

TEGAL — Meski menjadi primadona bagi masyarakat Tegal, Jawa Tengah, namun bisnis ikan teri kering masih menyisahkan berbagai kendala. Salah satunya proses produksi yang masih mengandalkan sinar matahari.

“Kalau hujan maka ikan-ikan teri yang dijemur harus cepat-cepat diangkat dan dimasukkan ke dalam,“ kata Daslim, pekerja kuli bisnis ikan teri, kepada Cendana News, di Pantai Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal, Senin (25/6/2018).

Dijelaskan, saat musim hujan, terpaksa diusahakan dengan mesin pengering kastorig. Hal tersebut juga menjadi kendala tersendiri, yakni menyebabkantimbangan ikan terinya jadi susut.

“Makanya kita masih tetap tergantung faktor alam dengan mengandalkan panas matahari, “ bebernya.

Daslim
Daslim, pekerja kuli bisnis ikan teri (Foto Akhmad Sekhu)

Disebutkan juga, ada dua jenis teri yang dikelola oleh masyarakat setempat yakni teri jawa dan teri medan atau teri nasi karena bentuknya kecil-kecil dan berwarna putih.

“Yang paling laku ikan teri medan, tapi bahan bakunya jarang didapatkan nelayan-nelayan disini,“ ungkapnya.

Bahkan untuk mencukupi bahan baku, ia terpaksa harus memasok dari daerah Pemalang hingga Demak.

Daslim menambahkan, harga ikan teri berkisar Rp 35.000 per kilogramnya. Harga cenderung stabil meski pada saat lebaran.

“Ketika semua barang-barang kebutuhan rumah tangga naik, tapi harga teri tidak,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...