Produsen Kemplang Panggang Kebanjiran Permintaan

Editor: Mahadeva WS

219

LAMPUNG – Selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2018/1439 Hijriyah,  produsen kerupuk kemplang panggang mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan dialami semenjak pertengahan Ramadan.

Produsen kerupuk kemplang di Penengahan Lampung Selatan Sulistyono (46) dan isterinya Ratna Yunianti (41) menyebut, di hari biasa mampu memproduksi sekira satu ton kerupuk kemplang bakar selama sepekan. Sementara saat permintaan naik seperti sekarang ini, produksi meningkat hingga 2,5 ton perpekan.

Sulistyono,produsen kemplang menerima permintaan yang meningkat selama ramadan dan jelang lebaran Idul Fitri 2018 [Foto: Henk Widi]
Pada pertengahan Ramadan Sulis menyebut, permintaan kerupuk kemplang mencapai 2.000 ball plastik. Sementara di hari biasa, permintaannya rata-rata hanya 600 ball. Jumlah tersebut hanya untuk memenuhi permintaan pedagang lokal. Permintaan kerupuk kemplang yang tinggi dipengaruhi banyaknya pedagang musiman selama Ramadan terutama di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Konsumen pembeli kerupuk kemplang rasa ikan tenggiri didominasi pemilik toko oleh-oleh. Sebagian toko menyediakan hingga 100 ball kerupuk untuk dijual eceran. Pada hari biasa Sulis mampu menjual 40 ball dengan harga setiap ball-nya Rp90.000. Sementara selama Ramadan, harga naik menjadi Rp100.000 perball berisi 30 bungkus kerupuk kemplang.

“Kenaikan harga kami lakukan karena memenuhi permintaan yang cukup banyak dari pengecer untuk penjualan selama Ramadan dan jelang Idul Fitri terutama dari wilayah Banten,” terang Sulistyono kepada Cendana News, Selasa (5/6/2018).

Pada musim angkutan lebaran tahun ini Sulis menerima pesanan hingga 2.000 ball. Pada hari normal biasanya hanya mengirim 100 hingga 150 ball. Namun dua pekan terakhir, Sulis mengirim 300 ball ke Kramatwatu, Provinsi Banten dengan nilai Rp30 juta sekali pengiriman. Pembeli merupakan distributor yang akan menjual ke pedagang pengecer.

Salah satu karyawan pembuatan kerupuk kemplang Hesti (30) menyebut, selama permintaan meningkat Dia bisa membakar 40 ball kerupuk kemplang setiap harinya. Proses pembuatan mulai dari bahan mentah hingga proses penjemuran selanjutnya dibakar dengan anglo menggunakan arang kayu. Proses pembakaran kerupuk kemplang cara manual tersebut dilakukan sejak pagi hingga siang.

Setelah proses pembakaran kerupuk dikemas dalam kantung plastik kecil, satu ball kerupuk berisi 30 bungkus kerupuk. “Kemplang panggang memang semakin banyak diminta para penjual eceran musiman sehingga produksi terus ditambah,” terang Hesti.

Pantauan Cendana News Selasa (5/6/2018), sejumlah toko oleh-oleh permanen dan pedagang musiman kemplang makin menjamur di Lampung Selatan. Selain di Jalinsum tepatnya di pintu keluar pelabuhan Bakauheni, penjual oleh-oleh banyak terdapat di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni. Mereka menyasar pemudik yang akan menuju ke Pulau Jawa.

Lihat juga...

Isi komentar yuk