Proses Pemungutan Suara Pilkada Sikka Berjalan Aman

279

MAUMERE — Proses pemungutan suara Pilkada bupati dan wakil bupati Sikka serta gubernur dan wakil gubernur NTT di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kota Maumere berjalan aman dan lancar hingga pukul 12.00 WITA.

“Hingga saat ini pemungutan suara baik Pilkada kabupaten maupun provinsi masih berjalan aman dan lancar. Memang ada keluhan terkait dengan banyaknya masyarakat yang tidak mendapat surat panggilan namun mereka bisa mencoblos setelah jam 12.00 WITA dengan membawa KTP Elektronik atau Surat Keterangan (Suket),” sebut juru bicara KPU Sikka, Fery Soge, Rabu (27/6/2018).

Dikatakan Fery, seharusnya masyarakat yang tidak mendapat surat panggilan mencoblos atau formulir C6 bisa datang ke TPS terdekat untuk melakukan pencoblosan setelah pukul 12.00 WITA nanti. Seharusnya sebelumnya sudah ditanyakan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat agar segera diproses.

“Tetapi jatah surat suara di setiap TPS hanya mendapat penambahan sebanyak 2,5 persen saja dari DPT sehingga bila tidak bisa mencoblos di TPS terdekat bisa mencari TPS lain yang berada dalam satu desa atau kelurahan,” ungkapnya.

fery soge
Juru bicara KPU kabupaten Sikka, Fery Soge. Foto : Ebed de Rosary

Agustinus Abola ketua KPPS TPS III kelurahan Waioti menjelaskan, sejak pemungutan suara mulai berlangsung pukul 07.00 WITA warga sudah datang dan terlihat sekali warga begitu antusias mencoblos meski jarak dari rumah bisa 500 meter.

“Warga sangat antusias sekali bahkan kursi untuk duduk mengantri saat mencoblos di TPS yang telah kami siapkan kurang sehingga banyak masyarakat yang hanya berdiri. Prosesnya cepat dan kami usahakan agar semua yang terdaftar sebanyak 736 orang bisa mencoblos,” ungkapnya.

Agustinus berharap agar warga yang mencoblos saat perhitungan suara nanti bisa mengikuti prosesnya dengan aman dan tertib agar tidak menimbulkan bentrokan antar pendukung 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati Sikka.

Disaksikan Cendana News, warga yang tidak mendapat tempat duduk berdiri di sekitar tenda untuk mendapatkan giliran duduk di kursi dan mengantri mendaftar di petugas KPPS. Warga hanya mengeluh lambatnya proses pencoblosan sehingga harus mengantre lebih dari 30 menit.

Situasi yang sama juga terjadi di TPS 1 kelurahan Waioti yang lokasinya berada di gedung SDI Waioti dimana masyarakat yang beleum mendapat giliran mencoblos terlihat berdiri bergerombol di sekitar lokasi dan berbicara satu sama lain.

Baca Juga
Lihat juga...