Ratusan Hektar Padi di Sentolo Kulonprogo Gagal Panen

Editor: Mahadeva WS

237

YOGYAKARTA – Kekhawatiran petani Kulonprogo akan terjadinya gagal panen pada musim tanam kali ini ternyata benar-benar terjadi. Ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Sentolo mengalami gagal panen akibat tidak mendapatkan pasokan air irigasi sama sekali.

Tidak adanya pasokan air itu terjadi lantaran sedang dilakukannya perbaikan jaringan irigasi intake Kalibawang. Perbaikan sudah dilakukan sejak pertengahan April 2018 lalu. Meski pemerintah telah melakukan sosialisasi, petani tetap memilih menanam padi karena berharap masih turun hujan, paling tidak 2-3 kali hingga masa panen tiba.

Salah seorang petani asal Banguncipto Sentolo Kulonprogo, Sukardi, harus merugi akibat gagal panen – Foto Jatmika H Kusmargana

“Ternyata sejak saluran irigasi ditutup, sampai sekarang tidak turun hujan sama sekali. Akibatnya sawah mengering tidak dapat air sedikitpun. Otomatis semua lahan disini mengalami gagal panen,” ujar salah seorang petani Sukardi, Jumat (8/6/2018).

Padi milik warga warga Banguncipto, Sentolo, tersebut semestinya baru akan dipanen pertengahan Juni mendatang. Namun saat ini sudah terlihat mengering dan mati karena tidak mendapatkan pasokan air. Petani mau tidak harus memanen padi mereka saat ini. Dan tercatat hasil panen 90 persen bulir padi mengalami gabug atau kosong tidak berisi beras.

“Lahan yang saya garap seluas 1.500 meter persegi. Biasanya menghasilkan 9-10 kuintal. Tapi ini satu kuintal saja tidak ada. Gabug semua. Ya jelas rugi modal, kira-kira sekitar Rp3juta lebih,” katanya.

Tak hanya petani, para buruh penggarap sawah juga ikut merasakan dan menanggung kerugian besar kali ini. Para buruh tani selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil menggarap sawah milik orang lain dan mendapatkan upah dari bagi hasil padi panenan.

“Ya kita yang paling susah. Karena sudah keluar banyak tenaga, mulai dari merawat sampai memanen. Tapi tidak dapat apa-apa. Karena hasil panen juga tidak ada sama sekali,” ujar Dayat, salah seorang buruh tani juga warga Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo.

Meski sumber masalahnya adalah perbaikan jaringan irigasi intake Kalibawang. Petani menyadari tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Pasalnya sebelum irigasi dimatikan, pemerintah telah menghimbau petani agar tidak menanam padi. “Memang bukan sepenuhnya salah pemerintah. Karena pemerintah sudah memberikan imbauan. Hanya saja petani yang memilih berjudi dengan tetap menanam padi. Sebab memang saat itu air masih melimpah dan hujan masih sering terjadi. Dan ternyata perhitungan petani salah,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.