Ratusan Pasien Rumah Sakit Jiwa di Malang Ikuti Berbagai Lomba

Editor: Koko Triarko

261
MALANG – Ratusan pasien Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat (RSJRW) Lawang, Kabupaten Malang, mengikuti berbagai perlombaan guna mengembalikan kepercayaan diri dan kemandirian, ketika mereka nanti kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Kasubag Hukormas RSJRW, Ribut Supriatin, mengatakan, berbagai jenis perlombaan yang diadakan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-116 RSJRW, yang juga erat kaitannya dengan kegiatan rutin dua tahunan, yakni Pekan Olah Raga dan Pentas Seni Rehabilitasi Mental (Porkesremen) se Indonesia.
Ribut Supriatin dan Latifah, -Foto: Agus Nurchaliq
“Setiap kegiatan yang melibatkan pasien atau rehabilitan itu sambil kita melatih supaya ketika Porkesremen itu diadakan rehabilitan, kita sudah siap untuk mengikuti ajang tersebut,” jelasnya, Senin (25/6/2018).
Selain itu, dengan adanya kegiatan lomba tersebut, sekaligus untuk melatih kemandirian dan mengembalikan kepercayaan diri para pasien. Sehingga, nanti ketika pasien ini sudah keluar dari RSJRW mereka sudah bisa mandiri.
Menurutnya, selama ini masyarakat sebenarnya sudah relatif maju dan sangat mudah untuk diajak kerja sama, tetapi juga ada sebagian dari masyarakat yang masih memiliki stigma negatif, dan merasa, bahwa rumah sakit jiwa merupakan tempat yang menakutkan dan menyeramkan.
“Untuk itu, kami ingin mengangkat citra rumah sakit jiwa, agar bisa diakui dan diterima oleh masyarakat, dengan segala kondisi yang ada di dalamnya”, katanya.
Selain itu, sebagian masyarakat terkadang belum bisa menerima keberadaan pasien yang pernah dirawat di RSJ. Padahal, selain peran keluarga, peran masyarakat juga sangat diperlukan untuk kesembuhan mereka.
“Selama ini, sebab kambuhnya pasien karena lingkungan yang kurang mendukung. Meskipun keluarga inti sudah bisa menerima, tapi terkadang masyarakat sekitar yang justru tidak menerima, sehingga memicu kambuh kembali”, jelasnya.
Untuk itu, selain bekerja sama dengan keluarga, RSJRW juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar ketika ada saudara atau warga yang pernah di rawat di RSJ, tetap bisa diakui dan diterima.
“Jadi, para pasien benar-benar diberdayakan dalam artian positif, sehingga mereka yang ada disini bisa kembali dan diterima masyarakat,” ucapnya.
Ribut mengatakan, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Singosari, untuk memberikan pelatihan berbagai keterampilan kepada mereka.
“Karena saat ini, kami sedang fokuskan pada sikososial agar pasien bisa mandiri”, tandasnya.
Sementara itu, ketua panitia yang juga menjabat sebagai kepala bagian administrasi umum RSJRW, Latifah, menyebutkan, bahwa rangkaian kegiatan hari jadi RSJRW diawali dengan senam lansia, melibatkan karyawan dan masyarakat umum dengan jumlah kurang lebih 600 orang.
Kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat yang bertujuan untuk mempromosikan sekaligus memperkenalkan apa saja yang ada di dalam RSJRW, bazar, konsultasi gratis dan khitan massal yang diikuti 32 orang anak.
Kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba, yang dikuti oleh 240 orang pasie rehabilitasi RSJRW, di antaranya lomba balap karung, kelereng, makan kerupuk, serta lomba Adzan dan tartil Alquran.
“Kami sengaja mengadakan lomba adzan dan tartil Alquran, karena ternyata latar belakang dari pasien ada yang mampu mengumandangkan adzan dengan merdu dan membaca Alquran secara baik, sehingga kami terus asah bakat mereka melalui berbagai perlombaan,” pungkasnya.
Lihat juga...

Isi komentar yuk