Ratusan Warga di Maumere tak Dapat Gunakan Hak Pilih

Editor: Koko Triarko

267
MAUMERE – Ratusan pemilih yang tersebar di beberapa TPS di Kota Maumere, terpaksa tidak bisa menggunakan hak pilihnya, karena tidak mendapatkan surat panggilan atau formulir C6 dan surat suara, kurang.
“Saya datang sejak jam 11.00 WITA ingin memberikan suara di TPS 07 Kelurahan Madawat. Namun tidak bisa menggunakan hak pilih, karena surat suara habis. Tadi ada sekitar puluhan orang yang bernasib sama dengan saya dan banyak yang mau menggunakan KTP Elektronik, tapi ditolak petugas KPPS,” sebut Lukas Tore, Rabu (27/6/2018) siang.
Saat ditemui di lokasi TPS, Lukas menyesalkan kinerja KPU Sikka yang tidak profesional. Banyak warga yang tidak mendapatkan formulir C6. Ada yang dalam satu keluarga pemilihnya tiga orang, tetapi hanya seorang saja yang mendapatkan formulir C6.
Aswan Abola, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslih Kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary
“Ini kan aneh, masa dalam satu keluarga ada yang dapat surat panggilan dan ada yang tidak dapat. Tetangga saya saja anaknya kuliah di luar kota, tetapi bisa mendapat surat panggilan atau formulir C6, sementara kami yang terus menetap di Maumere malah tidak mendapatkannya,” ucapnya, geram.
Lukas berharap, agar kejadian ini tidak terulang kembali saat Pemilihan Umum Legisltatif dan Presiden 2019, nanti.
“KPU kabupaten Sikka harus memperbaiki kinerja mereka, agar penyelenggaran pemilu bisa berlangsung sukses dan berkualitas”, katanya.
Sementara itu, Aswan Abola, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslih kabupaten Sikka, mengakui memang banyak pengaduan dari masyarakat yang diterima Panwaslih kabupaten Sikka, sehingga pihaknya sedang melakukan penelusuran.
“Kita mengawasi tahapan penyelenggara pilkada, termasuk tahapan pemungutan dan perhitungan suara. Ketika ditemukan, bahwa ada hak-hak pemilih yang tidak bisa digunakan, akan dibuatkan rekomendasi dan secara normatif harus ditindaklanjuti,” tegasnya.
Tetapi, kata Aswan, Panwaslih Sikka akan melihat dahulu, apakah masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilih dikarenakan belum datang ke TPS atau datang ke TPS, tetapi tidak membawa syarat-syarat yang telah ditentukan untuk bisa menggunakan hak pilih.
“Mereka mempunyai hak memilih sesuai nama yang tertera dalam DPT, dan bila tidak terdaftar dalam DPT, bisa menggunakan KTP Elektronik atau Surat keterangan. Tetapi harus mendaftar jam 12.00 WITA sampai jam 13.00 WITA,” jelasnya.
Selama pemungutan dan perhitungan suara, lanjut Aswan, Panwaslih kecamatan sudah mengawasi secara langsung dan memberikan respon sesuai peristiwa yang terjadi di TPS tersebut.
Selain di TPS 07 Kelurahan Madawat, puluhan warga yang tidak bisa memilih dan marah-marah juga ditemukan di TPS 02 dan 06 kelurahan Kota Uneng serta di TPS 02 Kelurahan Nangameting, dan banyak TPS lainnya di kota Maumere.
Baca Juga
Lihat juga...