hut

Ribuan Muslim Indonesia Salat Ied di Kedubes London

Ilustrasi salat - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA — Lebih dari 1400 orang masyarakat Muslim Indonesia yang ada di Kerajaan Inggris mengikuti salat Idul Fitri 1439 Hijriyah bertempat di Wisma Nusantara, Kediaman Resmi Duta Besar RI di London, Jumat.

“Bertindak sebagai Imam sekaligus khatib salat ied, Ustadz Faqihuddin Abdul Qodir, MA yang juga pendiri Fahmina Institute dan pengajar pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” kata Minister Counsuler KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara di Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Selama bulan suci Ramadan, Ustadz Faqihuddin mengisi kegiatan tausyiah dihadapan masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris baik di London, maupun beberapa lokaliti diluar London seperti di Oxford, Southampton dan Manchester.

Dalam khutbahnya, Ustadz Faqihuddin menjelaskan mengenai makna Idul Fitri yang berarti kembali kepada fitrah, hakikat sebagai manusia yang meliputi tiga hal.

Ketiga hal itu, yakni sebagai ciptaan Allah Swt yang akan kembali pada-Nya, Hamba Allah Swt yang harus menghamba pada-Nya dan keharusan saling membantu dan menolong sesama manusia untuk membangun kehidupan di dunia ini.

Setelah pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H, Dubes RI London, Dr Rizal Sukma beserta Ibu Hanna A. Satriyo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di London, Donny Hutabarat beserta Ibu Yunita Hutabarat menerima seluruh masyarakat Indonesia di Inggris dalam acara Halal Bil Halal dan Temu Masyarakat.

Acara dihadiri lebih dari 1.600 warga Indonesia yang tinggal di Inggris baik beragama Islam maupun agama lainnya. Tampak hadir sejumlah warga Inggris mitra kerja staf KBRI London.

Suasana Lebaran di Inggris pada tahun 2018 ini terasa istimewa karena selain masyarakat Indonesia dapat menikmati hidangan kuliner khas lebaran seperti lontong sayur, opor ayam, rendang, telur balado dan kerupuk, juga menikmati alunan merdu kesenian khas Jawa Barat.

Kehadiran musisi eksperimental Sunda, Iman Jimbot dan kawan-kawan yang didatangkan secara khusus dari Indonesia untuk memeriahkan perayaan Idul Fitri di London benar-benar memberikan suasana yang sangat berbeda dari lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Komposisi musik religi-tradisional yang kental dengan ritme eksperimental-kontemporer ciri khas Iman Jimbot memunculkan alunan kecapi, suling dan kendang terdengar begitu harmonis saat berpadu dengan musik modern seperti keyboard, gitar dan saxophone.

Gema Takbir sebagai pembukaan ditampilkan secara syahdu dan menggema, menambah nyaman suasana taman yang asri di kediaman Dubes RI London. Beberapa lagu Islami diiringi kecapi, suling dan kendang menggetarkan hati para penonton yang ikut bernyanyi bersama.

Selain musik, Iman Jimbot dan kawan-kawan juga menyuguhkan rampak kendang yang disambut meriah. Sajian tari Topeng Kelana dan pencak silat yang dinamis membuat penonton enggan beranjak dari tempatnya.

Nuansa Jawa Barat semakin terasa saat Iman Jimbot berkolaborasi dengan Maestro Karawitan Jawa Barat Lili Suparli dan Rudi Mukhram, dosen Institut Seni Budaya Indonesia yang menjalankan Program Residensi di Goldsmith University, Inggris.

Penampilan Iman Jimbot di Inggris merupakan yang kedua kalinya, setelah tampil di hadapan publik Inggris pada acara Indonesia Weekend pada tahun 2016 lalu. Pada perayaan Idul Fitri, sekelompok ibu-ibu tergabung dalam organisasi Indonesian Networking Development UK (UK) menyumbangkan beberapa lagu bernada qasidahan.

Adi, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi S2 di salah satu perguruan tinggi di Inggris mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti sholat Idul Fitri di Wisma Nusantara dan merasakan makanan khas lebaran.

Ia juga sangat senang saat mendengarkan alunan musik Sunda yang dimainkan Iman Jimbot dan kawan-kawan. “Serasa sedang mudik ke kampung halamannya di Tasikmalaya,” ujarnya.

Dubes RI London, Dr Rizal Sukma mengungkapkan kegembiraannya melihat soliditas dan kerjasama masyarakat Indonesia di London baik pada saat persiapan maupun pada saat pelaksanaan kegiatan sehingga semua berjalan tertib dan khidmat.

Dikatakannya kegiatan salat Idul Fitri dan acara halal bihalal masyarakat Indonesia di Inggris disamping merupakan ritual umat muslim Indonesia di Inggris, juga merupakan sarana mempererat rasa persatuan dan kesatuan.

Kegiatan salat Idul Fitri 1439 H dan halal bihalal merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Ramadhan yang diadakan KBRI London bekerjasama dengan Pengajian Masyarakat Indonesia-London. (Ant)

Lihat juga...