Rukam, Tanaman Buah yang Mulai Langka di Indonesia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

689
Buah Rukam yang terdapat di taman Buah Mekarsari

CIBUBUR — Bagi sebagian masyarakat Indonesia, tanamab buah bernama Rukam terasa asing di telinga. Hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan pohon yang mempunyai nama latin Flacourtia rukam tersebut yang mulai langka di Indonesia. Penyebab lainnya pohon ini ditanam sebagai tanaman pekarangan bukan tanaman budidaya buah komersial.

Dalam bahasa Inggris buah Rukam disebut Indian Prune. Di beberapa negara lain, beberapa nama diberikan seperti Rukam (Filipina), Ta Khop Thai (Thailand), Rukam Manis, Rukam Gajah, Rukem (Malaysia), Jawa Rukamu (Jepang). Sedangkan dalam Bahasa Latin, tanaman langka ini disebut sebagai Flacourtia rukam atau juga (sinonim) Flacourtia euphlebia.

Rukam sebenarnya sangat mudah ditemukan di daerah Asia Tenggara dan juga India. Pohon ini tumbuh di daerah tropika basah sampai pada ketinggian 1.500 m dpl. Namun di alam liar dapat tumbuh pada ketinggian 2.100 m dpl.

Habitat alaminya di hutan primer dan sekunder. Tanaman ini mempunyai adaptasi yang cukup terhadap kisaran suhu, curah hujan, dan kondisi tanah. Tinggi pohon rukem mencapai 20 m dengan batang dan cabang-cabang biasanya berlekuk (bengkok-bengkok) dan beralur. Pada batang rukam terdapat duri-duri yang panjangnya bisa mencapai 10 cm.

Manager Riset, dan Pengembangan Taman Buah Mekarsari, Dr. Aziz Natawijaya menjelaskan, buah Rukam bertipe buah buni yang bentuknya bulat, bulat gepeng sampai bulat telur sungsang dengan diameter 2-2,5 cm.

Buah memiliki beraneka ragam warna. Di antaranya berwarna hijau muda, merah jambu atau hijau lembayung sampai merah tua. Buah rukem memiliki daging buah berwarna keputih- putihan. Pada ujung buah masih ada bekas tangkai putik kecil-kecil sebanyak 4-8, mirip paruh, dalam bentuk lingkaran. Buah Rukem berbiji pipih, sebanyak 4-7 butir. Buah langka ini banyak mengandung air yang asam rasanya.

“Buah dapat dimakan langsung tetapi agak berasa sepat,” katanya kepada Cendana News.

Manager Riset, dan Pengembangan Taman Buah Mekarsari, Dr. Aziz Natawijaya

Menurutnya, untuk menghilangkan rasa sepat, buah harus dipijit-pijit terlebih dahulu hingga berasa agak lunak kemudian baru dimakan. Buah rukem dapat pula dijadikan rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai. Buah yang masih muda dapat digunakan sebagai ramuan obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati diare dan disentri.

Tanaman buah Rukam dapat diperbanyak dengan cara semai biji atau cangkok. Tanaman dari biji akan mulai berbuah umur 7 – 8 tahun, sedangkan dari cangkok umur 3 – 4 tahun.

Di Taman Buah Mekarsari tanaman rukem dapat dijumpai di area kebun buah Blok B atau Country Side, dan Blok D dekat area Rumah Pohon Leo. Selain itu bibit tanamannya tersedia di Garden Center dalam jumlah terbatas.

Baca Juga
Lihat juga...