banner lebaran

Sandiaga: Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan, Rabu

Editor: Satmoko

176
Ilustrasi Terminal Kampung Rambutan - Foto Dok. CDN

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, jumlah pemudik di Terminal Kampung Rambutan kini mencapai 14 ribu orang. Jumlah tersebut akan terus merangkak hingga malam takbiran tiba.

“Untuk memastikan arus penumpang mudik kita lihat tadi jumlahnya over loud sudah mencapai lebih dari 14 ribu keberangkatan penumpang mudik dan kita akan perkirakan angkanya terus meningkat. Ini baru dilayani terminal luar kota Kampung Rambutan,” ucap Sandiaga di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (10/6/2018).

Dia pun memprediksi, arus mudik nanti akan mulai melonjak pada Rabu 13 Juni 2018 di Terminal Kampung Rambutan. Menurutnya, dibandingkan terminal lain, Terminal Kampung Rambutan paling ramai se-Jakarta.

“Puncak arus mudik kita prediksi pada 13 Juni. Kita akan bersiap semuanya menyambut ini karena terminal ini termasuk paling ramai di Jakarta,” pungkas dia.

Kemudian dia tak pernah bosan selalu mengingatkan para pemudik selama perjalanan ke kampung halaman masing-masing. Dia mengatakan, para pemudik yang ingin menggunakan jasa angkutan bus, kini sudah bisa memesan tiket secara online seperti di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

“Di terminal Pulo Gebang, tiket sudah bisa dibeli secara online. Ke depan, Terminal Kampung Rambutan yang masih manual pelan-pelan bergerak ke arah online sehingga pelayanan lebih efektif,” ujarnya.

Kemudian dia menargetkan untuk penjualan tiket online serentak akan dilakukan pada tahun depan di seluruh terminal.

“Saya minta mulai tahun depan sudah tidak ada lagi seperti ini, tahun depan tiket manual mungkin masih ada transisi. Tapi yang kita inginkan ini zaman now gitu dan semuanya bawa gadget. Tadi itu bisa banget kalau memakai sistem online,” jelasnya.

Dengan penjualan tiket bus secara online akan meningkatkan pelayanan terhadap pemudik. Dia pun akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan.

“Nanti perlu koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Pak Adri Yansyah. Tolong digarisbawahi karena kita tidak bisa lihat masyarakat lari-lari kejar bus gitu. Itu berbahaya sekali. Dan tahun depan saya minta Dishub pastikan seluruh terminal sudah bisa jual tiket online,” katanya.

Selanjutnya, Sandi meminta kepada masyarakat untuk selalu hati-hati guna mencegah tindak kejahatan dengan cara hipnotis dan sebagainya. Orang nomor dua di DKI Jakarta itu juga mengimbau, pemudik agar tidak memakai perhiasan berlebihan yang menarik perhatian, sehingga mudik bisa berjalan dengan aman.

“Saya mengimbau pengemudi menyimpan perhiasan karena akan menarik perhatian dan tindakan kejahatan. Tak perlu pakai perhiasan di jalan, sudah cantik. Jangan pakai yang mencolok untuk menghindari pencopetan,” kata dia.

Menurut dia, para pemudik sudah terlihat cantik meski tidak memakai perhiasan. Apalagi, saat ini aksi kejahatan seperti hipnotis marak terjadi.

“Tak perlu pakai perhiasan di jalan, sudah cantik kok. Hati-hati pada pencopet dan saat ini sedang banyak nih hipnotis, tanya jam arah ke mana, tiba-tiba hilang,” imbuhnya.

Untuk berjaga-jaga, Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov) Jakarta menurunkan sekitar 50 personel Satuan Polisi Pamong Praja di Terminal Kampung Rambutan. Mereka juga bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan.

“Total pengamanan gabungan ada 78 orang. Ini yang akan siap siaga selama 24 jam, dibagi menjadi tiga shift,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.