Sebulan Beroperasi, KA Bandara Dibanjiri Penumpang

Editor: Mahadeva WS

217

PADANG – Setelah sebulan beroperasi, Kereta Api (KA) Bandara Minangkabau Ekspres tujuan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mampu menarik minat masyarakat. Catatan jumlah penumpang yang dihimpun PT. KAI Divre II Sumatera Barat, hingga 31 Mei 2018 jumlah penumpang yang diangkut rata-rata lebih dari 100 orang perhari.

Humas PT. KAI Divre II Sumatera Barat Zainir/Foto: M. Noli Hendra

Humas PT. KAI Divre II Sumatera Barat Zainir mengatakan, KA Bandara yang resmi beroperasi sejak 1 Mei 2018, mendapat peminat yang cukup banyak. KA Bandara menjadi moda transportasi alternatif menuju BIM.

Pada 1 hingga 3 Mei 2018, operasionalisasi KA Bandara dilakukan dengan sistem pengakutan tanpa membayar alias gratis. Pada 1 Mei, ada 726 penumpang yang naik dari Stasiun Padang menuju BIM. Ada 201 penumpang yang diangkut dari Stasiun Tabing menuju BIM, dan 468 penumpang dari Stasiun Duku menuju BIM. Sementara dari Stasiun BIM menuju Stasiun Padang ada 632 penumpang.

“Jadi untuk hari pertama yang menggunakan KA Bandara benar-benar padat. Isi KA-nya hingga hari ketiga berakhirnya masa gratis naik KA Bandara,” jelasnya, Jumat (8/6/2018).

Sementara memasuki hari keempat beroperasinya KA Bandara, sistem gratis tidak lagi dibelakukan. Setelah dikenakan tarif, ada 124 penumpang yang diangkut dari Stasiun Padang menuju BIM, ada 15 orang penumpang dari Stasiun Tabing menuju BIM, empat orang penumpang dari Stasiun Duku menuju BIM.

Sementara dari Stasiun BIM menuju Stasiun Padang ada 130 orang penumpang. “Jadi rata-rata per hari itu ya di atas 100 orang yang menggunakan KA Bandara untuk menuju BIM, dengan rata-rata penjuaan tiket di atas Rp1 juta,” katanya.

Zainir menyebut, jika dikakulasikan untuk waktu satu bulan, jumlah penumpang yang naik dari Stasiun Padang menuju BIM ada 7.091 orang. Sementara untuk arah sebaliknya, Stasiun Tabing menuju BIM ada 1.992 penumpang. Stasiun Duku menuju BIM ada 1.289 penumpang, dan dari Stasiun BIM menuju Padang ada 8.279 penumpang.

Dengan kakulasi jumlah penumpang di bulan pertama tersebut, KA Bandara Minangkabau Ekspres untuk penumpang yang naik dari Stasiun Padang menuju BIM yang jumlahnya 7.091 orang akan memberikan pendapatan Rp44.005.000.

Sementara, untuk penumpang yang naik dari Stasiun Tabing menuju BIM dengan jumlah penumpang 1.992 nilai penjualan tiket bisa mencapai Rp8.570.000. Lalu untuk jumlah penumpang 1.289 orang yang naik dari Stasiun Duku – BIM pendapatan penjualan tiketnya Rp2.530.000. Sementara untuk penumpang yang berangkat dari Stasiun BIM menuju Padang yang jumlah 8.279 orang pendapatannya Rp49.620.000.

Melihat jumlah penumpang yang terlihat terus mengalami peningkatan, diperkirakan saat mudik lebaran tahun ini akan terjadi lonjakan. Hal tersebut akan terjadi baik yang naik dari Stasiun Padang menuju BIM, maupun penumpang yang baru mendarat di BIM dan hendak menunju Padang.

Salah seorang penumpang, Miko mengatakan, memilih menggunakan KA Bandara karena tarifnya sangat murah hanya Rp10.000 untuk trayek dari Stasiun Padang dan menuju BIM. Apabila naik dengan angkutan Bus Damri yang juga naik mengangkut penumpang menuju BIM tarifnya Rp20 ribu. “Sangat nyaman sekali ada di dalam KA Bandara, dan bebas macet lagi,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.