banner lebaran

Sekjen Kemenhub Minta PT ASDP Optimalkan Pelayanan

Editor: Makmun Hidayat

205

LAMPUNG — Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI, Djoko Sasono menyebut pihak PT. ASDP Indonesia Ferry perlu meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) dalam melayani masyarakat.

SPM yang telah dipantau oleh Kemenhub terhadap mutu pelayanan dasar bagi pengguna jasa pelayaran disebut Joko Sasono terus meningkat dari tahun ke tahun. Indikator tersebut diakuinya dilihat dari minimnya antrian pembelian tiket penumpang pejalan kaki hingga kendaraan berbagai jenis.

Djoko Sasono yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Darat menyebut pelayanan di atas SPM membuat masyarakat mengalami kepuasan. Sejumlah fasilitas pembelian tiket disebutnya membuat calon penumpang pejalan kaki tidak perlu berdesakan saat akan membeli tiket termasuk fasilitas penjualan secara online.

Berbagai strategi pelayanan maksimal disebutnya telah dilakukan dalam bidang transportasi darat seperti dalam bidang perkeretaapian yang dilakukan oleh Ignasius Jonan.

“Saya melihat pelayanan kepada pengguna jasa khususnya moda transportasi laut sudah di atas standar pelayanan minimal yang harus dipenuhi dan terus dilakukan optimalisasi pelayanan dengan pendekatan yang lebih humanis,” terang Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI saat dikonfirmasi Cendana News di pelabuhan Bakauheni, Jumat malam (8/6/2018).

Djoko Sasono menambahkan, berbagai inovasi dalam memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat terutama pada angkutan lebaran harus diterapkan. Ia menyebut selama ini salah satu kendala terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan Bakauheni akibat sejumlah pemudik pada angkutan lebaran memilih perjalanan pada malam hari.

Imbasnya pemudik dengan moda transportasi kapal laut banyak menginap di pelabuhan Bakauheni untuk melanjutkan perjalanan pada pagi hari.

Pendekatan humanis disebutnya dilakukan dengan melakukan integrasi moda transportasi beserta keamanan. Sebab diakuinya pihak terkait belum memiliki inovasi untuk memikat pemudik melakukan perjalan pada siang hari agar terurai tidak pada saat malam hari.

Tawaran tersebut diakuinya bisa dilakukan dengan memberikan tarif khusus dan diskon serta hadiah yang bisa menarik pemudik melakukan perjalanan.

Catatan penting terkait kesiapan moda transportasi angkutan terusan setelah naik kapal dari Merak ke Bakauheni, Djoko Sasono meminta agar ada integrasi antarmoda. Integrasi tersebut dilakukan dengan adanya penjualan tiket terpadu antara tiket kapal dengan bus sehingga pemudik dari Merak ke Bakauheni sudah memiliki tiket saat tiba di Pelabuhan Bakauheni.

Djoko Sasono juga menyebut empat hal diterapkan untuk pelayanan maksimal bagi pengguna jasa diantaranya Bersih, Terang, Tertib, Rapi sehingga memberi kesan. Sebab saat ini dengan tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat yang tinggi terjadi tren peralihan pengguna transportasi darat dan laut beralih ke pesawat udara.

Pelayanan maksimal menjadi kunci untuk tetap bisa menggaet penumpang salah satunya kapal laut. “Usahakan agar penumpang dari Pulau Jawa saat turun di pelabuhan Bakauheni memperoleh kendaraan untuk melanjutkan perjalanan,” beber Djoko Sasono.

Kepala DPC Khusus Organda Bakauheni, Ivan Rizal memastikan untuk mengatasi penumpukan penumpang menyebut sudah menyiapkan sebanyak 110 kendaraan bus. Bus tersebut diakuinya difungsikan melayani jurusan pelabuhan Bakauheni, terminal Rajabasa dan jalan lintas Timur Lampung.

Sebagai upaya untuk konektifitas saat angkutan lebaran antara pelabuhan Bakauheni Organda juga menyediakan bus cadangan sebanyak 50 unit. “Kami sudah antisipasi penumpukan penumpang agar ada tersedia bus reguler untuk melayani sejumlah rute di Lampung,” papar Ivan Rizal.

Sekjen Kemenhub. Joko Sasono (kiri) didampingi Anton Murdianto, GM. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni meninjau ruang pembelian tiket pejalan kaki – Foto Henk Widi

Pihak PT. ASDP Indonesia Ferry melalui Anton Murdianto selaku General Manager menyebut telah menyediakan bus khusus anak anak dan lanjut usia. Sebanyak 8 bus lansia disebutnya akan disediakan saat terjadi lonjakan arus penumpang yang diprediksi akan terjadi tiga hari sebelum lebaran yang diprediksi akan terjadi pada Selasa (12/6).

Pengoptimalan jumlah kapal sebanyak 68 kapal dengan enam dermaga disebutnya diharapkan bisa melayani penumpang pejalan kaki.

Berbagai persiapan disebut Anton Murdianto telah dipersiapkan dalam bentuk sarana dan prasarana. Selain sarana kepelabuhan fasilitas keamanan dan kenyamanan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak diantaranya Organda dalam penyiapan kendaraan serta kesiapan kapal oleh BPTD, KSOP dan Kepolisian.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.