Seleksi Timnas Panjat Tebing, 6 Nomor Diperebutkan 20 Atlet

Editor: Mahadeva WS

187
Caly Setyawan, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing. Foto: sodik

YOGYAKARTA – Seleksi atlet Timnas Panjat Tebing untuk Asian Games 2018 masih terus dilakukan. Timnas belum melakukan pencoretan terhadap 20 atlet yang tengah mengikuti proses Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Yogyakarta.

Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia Caly Setiawan mengungkapkan, sejak Pelatnas digelar, setiap atlet menunjukkan progres positif dan terus berkembang. Saat ini, grafik atlet merata dengan selisih tipis di setiap individu. Kondisi tersebutlah yang mendorong pelatih masih akan melihat progres atlet beberapa waktu ke depan.

Pelatih berkepala plontos itu mengungkapkan, saat ini Pelatnas masih diikuti 20 atlet. Sementara di Asian Games nanti, hanya ada enam nomor yang diikuti kontingen Indonesia. Rencananya, hanya akan diambil satu atlet dari setiap nomor tersebut. “Kami ambil yang terbaik,” katanya, Kamis (7/6/2018).

Enam nomor yang diikuti kontingen Indonesia antara lain combined format putra dan putri, speed individu putra dan putri, serta speed relay putra dan putri. Combined format merupakan nomor baru bagi kontingen Indonesia dan tercatat baru pertama kalinya dipertandingkan di level Asian Games.

Caly menjelaskan, dengan progres yang ditunjukkan, maka ke-20 atlet Pelatnas masih memiliki kemungkinan yang sama untuk tampil di event olahraga akbar tingkat Asia. Demi menghasilkan atlet terbaik, akan dilakukan pengetatan seleksi atlet.

“Faktor yang jadi pertimbangan cukup banyak. Tapi ini positif karena setiap atlet mempunyai keunggulan. Kami sebagai pelatih yang harus lebih selektif lagi memilih yang terbaik sebagai wakil Indonesia di Asian Games. Apalagi kami tuan rumah,” paparnya.

Sementara itu, mengenai program latihan pasca libur Idul Fitri, Caly yang juga Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PP FPTI mengatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan lebih lanjut. Prosesnya juga mempertimbangkan kesiapan venue pertandingan panjat tebing di Palembang.

“Masuk dibahas lebih lanjut. Tapi kemungkinan masih di Yogyakarta. Kami masih menunggu kesiapan venue. Sementara di Yogya dulu, kalau sudah siap, langsung dipindah ke Pelembang,” tambahnya.

Timnas Panjat Tebing Indonesia saat ini lebih banyak berlatih simulasi pertandingan. Seusai mengikuti ajang World Cup Sport Climbing di Tiongkok dan pemusatan latihan di Rusia, atlet pelatnas mengikuti simulasi untuk combined format.

Baca Juga
Tekuk Semeru FC, PSIM Yogya Naik Satu Peringkat YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta berhasil merealisasikan target poin penuh saat menjamu Persigo Semeru FC pada lanjutan Liga 2 Grup Timur di Stadion Sulta...
Tak Ingin Terdegradasi, Semeru FC Bertekad Hadang ... YOGYAKARTA --- Persigo Semeru FC memasang target maksimal saat menantang PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Liga 2 Grup Timur di Stadion Sultan Agung (SSA...
Boleh Disaksikan Suporter, PSIM Termotivasi Ambil ... YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta tengah berbunga. Setelah melewati fase sulit melakoni laga usiran dan laga tanpa pendukung, Senin (24/9/2018), tim berjul...
Lima Atlet Panjat Tebing Sulsel, Ikut Kejurnas KU MAKASSAR – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Selatan, mengirimkan lima atletnya, mengikuti kejuaraan nasional panjat tebing Kelompok Um...
Jamu Persiba, PSS Sleman Coba Minimalisir Pelangga... SLEMAN – PSS Sleman bakal kembali melakoni laga home setelah menjalani laga tandang di Martapura, lima hari lalu. Hasil kurang baik dari lawatan itu m...
Tim Bola Basket Putra Indonesia Akui Keunggulan Ci... YOGYAKARTA --- Tim putra tuan rumah Indonesia harus mengakui ketangguhan Cina dengan skor 71-99 (37-54) pada pertandingan pertama kejuaraan basket pel...
Pilihan Terbatas, Seto Berharap Pemain Lebih Lepas SLEMAN – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantara, dipaksa berpikir keras. Ia tidak memiliki banyak pilihan pemain yang akan diturunkan saat tim berjuluk...