Setnov Diminta Segera Lunasi Uang Pengganti Kerugian Negara

Editor: Mahadeva WS

681
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak terpidana korupsi Setya Novanto (Setnov) segera melunasi uang pengganti kerugian negara yang divoniskan majelis hakim. Mantan Ketua DPR tersebut, divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak akibat korupsi pengadaan e-KTP sebanyak 7,3 juta Dolar Amerika.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, hingga Selasa (12/6/2018), KPK terus berupaya menagih janji Setnov untuk membayar uang pengganti kerugian negara. Setnov sebelumnya berjanji akan membayar dan mengembalikan uang yang dikorupsi tersebut kepada negara.

“KPK terus mengingatkan agar terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto segera melunasi kewajibannya membayar uang pengganti kerugian negara. Kita pegang janjinya yang bersangkutan yang sanggup melunasi dengan cara mencicil, makanya kita tagih terus,” ujar Febri Diansyah, Selasa (12/6/2018).

Setnov dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah serta meyakinkan terlibat dalam korupsi berupa suap atau gratifikasi proyek pengadaan e-KTP. Proyek tersebut diduga telah berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Setnov hukuman 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Setnov juga diwajibkan membayar denda untuk mengganti kerugian keuangan negara. Selain itu majelis hakim juga mencabut hak politik Setnov sekurang-kurangnya selama 5 tahun.

Setnov sebenarnya sudah mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp5 miliar kepada negara melalui KPK. Setnov juga sudah mengangsur kewajibannya membayar uang pengganti sebesar 500 ribu USD melalui KPK.  Saat ini Setnov menjalani hukuman penjara di Lapas Sukamiskin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.