Siang Hari, Pelabuhan Gilimanuk Sepi Pemudik

Editor: Satmoko

276

JEMBRANA – Hingga H-6 Idul Fitri 1439 H, kondisi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembarana, Bali, masih lengang. Hingga Minggu Siang (10/6/2018) tidak terlihat kepadatan penumpang di pelabuhan yang menghubungkan antara pulau Bali dengan Jawa.

“Setiap hari kondisinya kalau pagi hingga begini Mas, sepi,” ucap General Manager PT. ASDP Cabang Ketapang Gilimanuk, Elvi Yoza, kepada Cendana News.

Menurutnya, justru kepadatan penumpang yang melalui pelabuhan Gilimanuk terjadi pada malam hari. Hal ini dikarenakan banyak para pemudik yang bergeser dari berbagai daerah di Bali pada malam hari.

Namun kepadatan tersebut tidak sampai mengular hingga jauh. Kepadatan penumpang tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi seperti roda dua dan kendaraan roda empat.

General Manager PT. ASDP Cabang Ketapang Gilimanuk Elvi Yoza.-Foto: Sultan Anshori.

“Semalam memang sempat terjadi kepadatan dari pukul 9 malam, tapi jam 2 dini hari kita sudah naikkan semuanya ke kapal. Tidak sampai mengular Mas, hanya di sekitar pelabuhan saja. Hal ini diperkirakan karena banyaknya para pemudik yang berangkat selepas waktu buka puasa. Maka semuanya menumpuk di malam hari,” imbuh pria yang akrab disapa Yoza ini.

Akan tetapi, pihaknya tetap mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan penumpang. Setidaknya 32 kapal dengan kapasitas muatan besar disiagakan selama arus mudik tahun 2018.

Selain itu, juga disiapkan tenda-tenda di pintu masuk seluas tiga hektare untuk dijadikan rest area. Diprediksi puncak arus mudik akan terjadi sore ini dan besok.

“Dalam rest area tersebut kami sediakan fasilitas seperti pijat, tempat salat, kesehatan, hiburan dan fasilitas pendukung lainnya. Secara prinsip kami siap melayani penumpang untuk mudik tahun ini. Cuaca belakangan ini juga mendukung,” tegas Yoza.

Tak lupa Yoza juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin mudik melalui jalur pelabuhan Gilimanuk agar memanfaatkan waktu siang agar terhindar dari kecamatan di malam hari. Selain itu juga mempersiapkan kondisi badan yang prima sebelum berangkat untuk mudik.

Tahun ini, jumlah pemudik diprediksi meningkat.

Suasana Pelabuhan Gilimanuk masih cukup lengang. Foto Sultan Anshori

Kepala Bidang Keterpaduan Moda, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Standly Suwandhi mengatakan, hal tersebut melihat realisasi pergerakan moda penumpang keluar masuk Bali selama angkutan Lebaran tahun 2016-2017. Masing-masing 2.779.491 penumpang di tahun 2016 dan 2.919.929 penumpang di tahun 2017.

“Pemudik kita prediksi di tahun 2018 ini naik 5 persen,” ujar pria yang lazim disapa Suwandhi ini.

Namun pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang disiapkan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan selama masa angkutan Lebaran 2018. Selain membentuk posko dan menyiapkan armada, dilakukan pula pengawasan kelaikan kendaraan. Kesehatan awak angkutan umum juga diperiksa.

Jika terjadi lonjakan penumpang, akan dilakukan penerbitan izin insidentil yaitu, selain mengatur pembatasan operasional angkutan barang, menjadikan jembatan timbang sebagai rest area, dan mengatur mudik gratis.

“Hal ini sudah sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan No.34 Tahun 2018. Untuk larangan kendaraan angkutan barang beroperasi, efektif mulai 12 Juni-14 Juni pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB dan 22 Juni-24 Juni pukul 24.00 WIB,” imbuhnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.