Suka Duka Kru KMP Batu Mandi, Lebaran Tidak Bersama Keluarga Demi Pemudik

Editor: Mahadeva WS

292

LAMPUNG – Hari raya Idul Fitri menjadi momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga. Meski demikian demi tugas dan kewajiban menjadikan beberapa orang tetap harus melakukan pekerjaannya bertepatan dengan lebaran.

Beberapa orang yang bertugas bahkan kala malam takbir kemenangan berkumandang, adalah kru kapal khususnya pramugari, petugas kebersihan (cleaning service), petugas keamanan (security).

Suci Camelia Marta (24) salah satu pramugari dari empat pramugari yang bertugas di KMP Batu Mandi menyebut, Juni ini menjadi momentum istimewa baginya. Bertepatan dengan malam Idul Fitri, dirinya genap enam tahun tidak pulang kampung demi tugas. Suci, sudah bekerja di kapal sebagai pramugari sejak Mei 2013.

Suci Camelia Marta,pramugari KMP Batu Mandi yang tetap bertugas di kapal saat malam lebaran Idul Fitri [Foto: Henk Widi]
“Saya tetap senang menjalankan tugas sebagai tanggung jawab seorang pramugari yang melayani penumpang saat akan naik ke kapal bahkan saat malam takbir dan lebaran,” terang Suci Camelia Marta saat ditemui Cendana News di KMP Batu Mandi pada malam Idul Fitri 1439 H, Kamis (14/6/2018).

Pramugari disebut Suci Camelia Marta, bertanggungjawab untuk memberi kenyamanan kepada penumpang. Ia bahkan sudah menyambut penumpang saat berjalan di gangway (tempat berjalan penumpang) dan masuk ke kapal melalui movable bridge atau jembatan tangga khusus penumpang.

Tugas lainnya adalah di ruang informasi untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jasa yang naik KMP Batu Mandi. Keramahan seorang pramugari tetap diberikan kepada para penumpang termasuk memberikan informasi tentang fasilitas di dalam kapal.

Termasuk memberikan informasi tata cara penggunaan alat keselamatan yang biasanya diberikan melalui petunjuk langsung. “Waktu libur hanya bisa diperoleh saat kapal menjalani jadwal docking atau perawatan sementara, selebihnya hanya bisa turun tiga bulan sekali,” beber Suci.

Sebagai pramugari dengan tugas bergantian, satu shift diisi dua orang. Berlebaran di atas kapal mulai malam takbir hingga Salat Ied disebutnya menjadi hal biasa dengan tugas yang masih tetap diemban. Gadis asal Serang Provinsi Banten tersebut menyebut tetap merasa sedih karena tidak bisa berkumpul saat malam takbir.

Suci juga menjelaskan, sebagai kru kapal, dirinya tidak bisa sewaktu waktu turun kapal. Hal tersebut berbeda dengan kru kapal lain yang bisa mengambil cuti sewaktu waktu menyesuaikan kondisi pelayanan kapal. Pada musim angkutan lebaran yang ditandai dengan lonjakan arus mudik dan balik, disebutnya tugas melayani penumpang lebih sibuk dibandingkan hari biasa.

“Saya baru bisa pulang libur menggunakan waktu cuti tiga bulanan meski tidak bisa bertepatan dengan lebaran demi tugas yang saya emban,” tutur Suci.

Zainal Abidin, salah satu petugas cleaning service di KMP Batu Mandi bertugas bersama pramugari,security selalu siaga di dalam kapal saat pelayaran [Foto: Henk Widi]
Sementara itu, Zainal Abidin (26), salah satu petugas cleaning service mengaku sudah bekerja di KMP Batu Mandi sejak tiga tahun lalu. Laki laki asal Lombok Nusa Tenggara Barat tersebut memastikan tidak bisa berlebaran bersama keluarga bertepatan saat Idul Fitri.

Ia menyebut bisa berlibur setelah satu tahun. Namun selama tiga tahun dirinya belum mengambil waktu cuti. Ia bahkan mengaku tidak pulang ke kampung halamannya di Lombok demi menjalankan tugas sebagai cleaning service yang bertanggungjawab terhadap kebersihan di dalam KMP Batu Mandi.

Meski jauh dari keluarga, kru cleaning service sudah dianggap sebagai keluarga. Cuti libur, setelah tiga tahun hanya bisa diambil dua minggu setelah lebaran usai. “Selama ini keluarga terdekat hanya sesama petugas cleaning service dan kru kapal lain meski lebaran tidak berkumpul bersama keluarga,” cetus Zainal Abidin.

Bersama 10 orang petugas kebersihan, selama angkutan lebaran Zainal mengaku tugas selama angkutan mudik sangat berat. Saat angkutan lebaran dengan jumlah penumpang pejalan kaki yang meningkat, membuatnya harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk membersihkan semua ruangan di dalam kapal. Pelayanan prima disebutnya diberikan selama angkutan mudik dan balik meski dirinya tidak berlebaran di kampung halaman.

Baca Juga
Lihat juga...