banner lebaran

Tahun Ini Jumlah Penumpang Bus di Malang, Turun

Editor: Koko Triarko

194
Korsatpel Terminal Tipe A Arjosari, Hadi Supeno. -Foto: Agus Nurchaliq
MALANG – Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, pengguna moda transportasi darat, khususnya bus, mengalami penurunan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pengguna moda transportasi kereta api dan udara yang justru mengalami peningkatan.
Hal tersebut disampaikan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan (Sekjen Kemenhub), Djoko Sasono, usai melakukan kunjungan kerja monitoring angkutan lebaran di terminal tipe A Arjosari, kota Malang, Rabu (13/6/2018).
Menurut Djoko, penurunan jumlah penumpang bus saat mudik lebaran dikarenakan saat ini masyarakat memiliki banyak jenis pilihan moda transportasi yang berkualitas dengan harga yang bersaing, untuk bisa pulang ke kampung halaman masing-masing.
Selain itu, saat ini kemampuan ekonomi masyarakat juga cenderung meningkat, sehingga mereka memilih moda transportasi selain bus.
“Mungkin kemampuan ekonomi masyarakat sudah meningkat, sehingga mereka punya pilihan moda lainnya selain bus. Justru yang meningkat moda transportasi kereta api dan moda udara,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Arjosari, Hadi Supeno, yang mengaku jumlah pemudik yang menggunakan moda bus tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara kumulatif dibandingkan tahun 2017, tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang 5-10 persen. Sedangkan untuk jumlah bus relatif tetap,” akunya.
Hingga H-3 lebaran, jumlah kedatangan penumpang hanya 9.107 orang dan jumlah keberangkatan penumpang 8.912 orang. Angka tersebut, menurutnya, jauh menurun jika dibandingkan dengan jumlah kedatangan penumpang di 2017 yang mencapai 11.391 orang dan 9.060 orang untuk jumlah keberangkatan penumpang di 2017.
“Itu data yang kita catat berdasarkan penumpang yang berangkat dan turun di terminal Arjosari. Tapi, kan banyak juga penumpang yang turun dan naik di luar terminal,” jelasnya.
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang tersebut bisa jadi karena saat ini banyak program mudik gratis, dan pemudik lebih banyak memilih kereta karena jadwalnya sudah jelas dan tidak kena macet.
“Sedangkan untuk H-2 seperti sekarang ini biasanya akan terjadi lonjakan penumpang pada sore hari. Tapi, biasanya yang mengalami peningkatan hanya rute jarak dekat seperti Malang-Surabaya, Malang-Blitar, Malang-Probolinggo,” pungkasnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.