Takbiran dan Persiapan Salat Id di Jakarta

315

JAKARTA — Pemerintah menetapkan Hari Lebaran 2018 jatuh pada Jumat (15/6/2018) menyusul hasil 12 pengamat bulan (perukyat) melihat hilal, yang berarti pada Kamis malam takbiran mulai berlangsung untuk menyambut hari kemenangan tersebut.

Warga di sejumlah daerah di tanah air merayakan hari kemenangan itu dengan bertakbiran bersama-sama tetangga atau saudara di masjid setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengajak umat Islam mengagungkan malam Idul Fitri dengan takbiran di masjid, termasuk di Masjid Istiqlal.

“Takbiran kita mau ke sana, ayo ke sana,” kata Nasaruddin saat menuju Istiqlal usai mengikuti Sidang Isbat Awal Syawal 1439 Hijriyah di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan kegiatan takbiran di Masjid Istiqlal dilakukan dengan memukul bedug secara simbolis dan sambutan. Selanjutnya takbiran dilakukan sampai pukul 23.00 WIB.

Dia mengatakan pengamanan di masjid terbesar ketiga di dunia itu dilakukan seperti biasa. “Seperti biasa aman. Istiqlal selama ini paling aman,” kata dia.

Menurut Nasaruddin, secara umum gairah keberagaman umat Islam selama Ramadhan tahun 2018 ini meningkat. Hal itu, kata dia, nampak dari jumlah jamaah yang melangsungkan kunjungan ke Masjid Istiqlal.

“Kalau dulu separuh Ramadan, tinggal separuh juga isinya. Ini masya Allah, terakhir makin penuh,” kata dia.

Sementara, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno pada Kamis malam melaksanakan takbiran bersama warga di lima wilayah Jakarta.

Sementara itu, Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, menyiagakan 12 petugas keamanan internal untuk mengamankan rangkaian kegiatan pada malam takbiran pada Kamis dan pelaksanaan salat Idul Fitri pada Jumat (15/6).

“Dari sejak awal puasa, kami mengerahkan petugas keamanan outsource yang terlatih, enam laki-laki dan enam perempuan. Hanya sebulan saja,” kata Wakil Ketua Panitia Ramadhan Masjid Agung Sunda Kelapa, Ustadz Mulyadi saat ditemui di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta.

Menurut dia, tidak ada petugas tambahan dari kepolisian setempat yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan di lingkungan masjid.

“Dari Polsek Menteng, tidak ada (polisi yang diperbantukan) untuk area dalam masjid,” katanya.

Polisi hanya berjaga di luar masjid. “Ini kan daerah ring satu Wapres. Jadi terbantu (pengamanannya). Otomatis mereka (Paspampres) mengamankan,” katanya.

Mulyadi mengatakan, pihaknya juga memasang 25 CCTV di berbagai sudut di masjid untuk mengawasi situasi keamanan.

“Saya rasa lebih aman sekarang, laporan-laporan kehilangan lebih minim, mungkin karena kesadaran orang untuk beribadah,” katanya.

Sementara pada pelaksanaan salat Idul Fitri pada Jumat (15/6), DR H Ali Hasan Bahar, Lc, MA ditunjuk pihak Masjid Agung Sunda Kelapa sebagai khatib Idul Fitri, menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sebelumnya direncanakan menjadi khatib Idul Fitri di masjid tersebut.

“Rencananya kami gadang-gadang Gubernur DKI, beliau sudah oke, tapi ada protap dari Istana kalau misal Presiden salat di Masjid Istiqlal, yang punya wilayah harus menemani. Jadi khatib di Sunda Kelapa diganti,” katanya.

Sementara sebagai imam salat Idul Fitri dijadwalkan akan dipimpin oleh Syeikh Essam Al Mizjazi yang berasal dari Timur Tengah.

Polri menyampaikan terima kasih kepada TNI dan pihak terkait serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama ikut menciptakan situasi yang kondusif pada arus mudik tahun 2018 dan H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Situasi kamtibmas dilaporkan sampai dengan hari ini (14/6) secara keseluruhan Alhamdulillah terpantau aman, kondusif dan lancar,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis.

Hingga saat ini Polri, TNI dan pihak terkait berada di jalur mudik dan non mudik, berpatroli di kota dan menyambangi kampung-kampung untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman terbaik menjelang lebaran dan pascalebaran nanti.

“Kegiatan pemantauan akan terus dilaksanakan hingga pascalebaran nanti. Dengan harapan memberikan jaminan kepada masyarakat agar dapat memperingati Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan tentram,” kata Setyo.

Polri menjamin keamanan selama lebaran tahun 2018 dengan memperketat pengamanan objek-objek vital, sentra-sentra ekonomi, tempat-tempat wisata dan rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

“Agar seluruh masyarakat dapat mudik dan bersilahturahim dengan keluarga selama lebaran dan kami yang menjaga Kamtibmas dengan rekan-rekan TNI dan seluruh stakeholder terkait,” kata Setyo. (Ant)

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.