banner lebaran

Takbiran Jadi Momen Perekat Kebersamaan di Maumere

Editor: Mahadeva WS

228

MAUMERE – Kegiatan takbiran yang dijalankan umat Islam dimanapun, hendaknya menjadi momen merekatkan kebersamaan dan persaudaraan. Bukan saja bagi umat Islam sendiri, namun juga dengan umat beragama lainnya.

Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada kehidupan berdampingan yang damai di tengah masyarakat. “Kegiatan takbiran ini betul-betul menggugah hati bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. Ini adalah kemenangan orang-orang yang menjalankan puasa, moment yang sangat indah untuk merefleksi diri,” ungkap Tokoh agama Kampung Buton Kusman Efendi, Kamis (14/6/2018) malam usai menggelar malam takbiran.

Tokoh agama Islam di Kampung Buton kelurahan Kota Uneng Kusman Efendi. Foto : Ebed de Rosary

Ditemui Cendana News di Masjid Al Hidayah Kota Uneng, Kusman menyatakan, kemenangan yang dirayakan  lewat kegiatan pawai obor dan takbiran bukan saja dirayakan para remaja masjid saja. Kegiatannya, juga diikuti umat beragama Katolik yang ada di Kampung Buton Kelurahan Kota Uneng Kota Maumere.

“Harapan saya dengan Idul Fitri, kita menunjukan partisipasi yang baik dan aktif dalam menjalankan semua kebaikan dan menjauhkan segala kejahatan karena itu yang diharapkan dalam ajaran agama,” sebutnya.

Kusman menyebut,semua umat yang beriman kepada Allah SWT, diwajibkan untuk saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Takbiran membawa makna yang luar biasa, Takbir merupakan suatu kemenangan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

“Takbiran bukan saja untuk umat Muslim. Tetapi semua umat yang hidup bersama-sama berdampingan dengan damai. Takbiran memberi pesan bahwa kita betul–betul menjalankan ibadah puasa ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan kasih sayang,” tuturnya.

Toleransi umat beragama di Kabupaten Sikka menurut Kusman, terbangun sangat luar biasa. Apa yang terjadi bisa menjadi contoh baik bagi segenap umat beragama di NTT dan di segenap penjuru nusantara pada umumnya. Menjadi contoh yang baik di tengah mulai tergerusnya nilai-nilai toleransi beragama dalam kehidupan keseharian.

Achmad Yani, pemuda masjid Al Hidayah Kota Uneng menyebut, sangat terkesan dengan semangat dan support dari sesama kaum muda beragama Katolik dalam penyelenggaraan takbiran.

“Kehidupan beragama di Kampung Buton selalu dipupuk dan tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi kehidupan umat beragama di daerah lain yang selalu ada gejolak. Kebersamaan bukan cuma dalam kehidupan sehari-hari saja namun saat hari raya umat Islam dan Katolik semua masyarakat saling silaturahmi dan membantu persiapan perayaannya,” terangnya.

Achmad bersyukur nilai-nilai toleransi itu juga tertanam dalam diri anak muda yang tidak sungkan-sungkan terjun langsung membantu sesamanya dalam persiapan menyambut hari raya keagamaan. Segala hal didiskusikan bersama agar perayaan hari raya besar keagamaan seperti Idul Fitri berlangsung meriah, aman, damai dan khidmat.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.