Tarif Angkutan Lebaran di Lampung Mulai Diberlakukan

Editor: Koko Triarko

330
LAMPUNG – Ketua DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (DPC-K Organda) Pelabuhan Bakauheni, Ivan Rizal, menyebut  tarif penumpang selama angkutan Lebaran 2018 sudah mulai diberlakukan.
Menurut Ivan Rizal, tarif penumpang nonekonomi selama angkutan lebaran 2018 naik sekitar 30 persen. Pemberlakuan tarif tersebut sesuai dengan Surat Edaran DPD Organda Lampung, bernomor A.007/DPD.LPG/VI/2018 Tentang Penyesuaian Tarif Penumpang Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP), dan Tarif Penumpang Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP).
Ivan Rizal, Ketua DPC Khusus Organda pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Penyesuaian tarif bus tersebut berlaku pada 7-24 Juni atau delapan hari sebelum lebaran, dan delapan hari setelah lebaran. Ivan Rizal mengaku sudah melakukan pemantauan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.
Ada pun tarif yang sudah ditetapkan, di antaranya Rajabasa-Bakauheni Rp35.000, rute Rajabasa-Kotabumi Rp30.000, Rajabasa-Blambangan Umpu Rp75.000, Rajabasa-Kasui Rp75.000, Rajabasa-Menggala Rp 30.000, Rajabasa-Unit II Rp45.000, Rajabasa-Krui Rp80.000, Rajabasa-Metr0 Rp20.000, Rajabasa-Way Jepara Rp35.000, Rajabasa-Kotaagung Rp30.000, Rajabasa-Mesuji Rp60.000,Rajabasa-Labuhan Maringgai Rp50.000, Rajabasa-Gayamurni Rp35.000, Rajabasa-Gayabaru Rp45.000,Bakauheni-Unit II Rp75.000.
Tarif Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP), di antaranya Bandarlampung-Bakauheni Rp65.000, Bandarlampung-Rawajitu Rp170.000, Bandarlampung-Metro Rp40.000, Pringsewu-Bakauheni Rp90.000.
Sementara,tarif Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) Bandarlampung-Jakarta Rp325.000, Bandarlampung-Bandung Rp400.000 dan  Bandarlampung-Palembang Rp285.000.
“Tarif ini berlaku selama dua pekan dan hingga saat ini belum ada pengusaha angkutan yang keberatan, sehingga diberlakukan di semua jurusan,” papar Ivan Rizal.
Salah satu pengemudi angkutan AKDP dari Bus Puspa Jaya, Iksan (30), menyebut saat ini tarif sudah ditentukan oleh Organda Lampung. Pengemudi kendaraan jenis bus tersebut mengatakan, sebagian penumpang kerap mengeluh adanya kenaikan tersebut, meski besaran tarif sudah dipasang di kaca kendaraan.
Ia juga mengatakan, jika saat ini penumpang asal Pulau Jawa menuju Sumatera pada hari ketujuh sebelum lebaran, masih sepi. Hal tersebut diakibatkan sebagian penumpang kapal ada yang memilih memakai travel, angkutan pedesaan dan ojek.
“Puncak arus mudik diprediksi tiga hari sebelum lebaran, terkadang kerap kendaraan habis sehingga ada bus cadangan,”cetus Iksan.
Guna mengantisipasi kurangnya kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Ivan Rizal menyebut, telah menyediakan sekitar 50 bus reguler dan 50 bus cadangan. Bus tersebut melayani jurusan Bakauheni-Rajabasa dengan bus cadangan disediakan dari PO Puspa Jaya, DAMRI, Lampung Jaya Utama. Selain bus, juga disediakan 154 travel berbagai jurusan di Lampung dan 50 angkutan pedesaan, dan 100 ojek.
Antisipasi lonjakan penumpang berkoordinasi dengan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Penyiapan bus lanjut usia disediakan 20  unit dari PO Lampung Jaya Utama.
Jumlah tersebut akan dipergunakan situasional menyesuaikan kondisi kebutuhan saat terjadi lonjakan penumpang dari Pulau Jawa. Bus tersebut diprioritaskan untuk lansia dan anak anak untuk memberi kenyamanan pemudik.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.