banner lebaran

Tawuran di Alok Timur, Seorang Warga Diduga Kena Tembak Polisi

Editor: Koko Triarko

174
MAUMERE –  Tawuran  antarwarga di Jalan Teka Iku Brai, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, pada Senin (10/6/2018) dini hari, sektar pukul 02.00 WITA mengakibatkan seorang remaja terkena tembakan di bagian punggung, yang diduga dilepaskan oleh seorang anggota polisi Polres Sikka.
“Memang benar saat itu anggota Sat Reskrim bernama Brigadir SS sedang berada di daerah Geliting menggunakan sepeda motor dengan tujuan melakukan penyelidikan setelah selesai bertugas melewati jalan Brai dan saat itu sedang terjadi tawuran,” jelas Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang, SIK., Selasa (12/6/2018).
Korban kena tembak dalam tawuran, DJ (15), di RSU TC Hillers Maumere. -Foto: Ebed de Rosary
Dikatakan Rickson, setelah selesai melaksanakan tugas dari arah Geliting, Brigadir SS pulang ke arah Maumere dan saat tiba di pertigaan Bandara Frans Seda, berpapasan dengan anggota Brimob Maumere Brigpol NN, yang mengajaknya pulang bersama-sama, karena rumah mereka satu arah di kompleks perumahan Iligetang.
“Kurang lebih jam 03.30 WITA, Brigadir SS dan Brigpol NN melewati jalan Brai tembus arah kompleks Centrum. Namun, saat tiba di jalan Brai Teka Iku, terjadi kasus perkelahian  atau tawuran antarwarga di tempat pesta sampai jalan raya yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas,” jelasnya.
Saat itu, Brigadir SS dan Brigpol NN sempat turun dari sepeda motor dengan tujuan mencari tahu ada masalah apa. Tetapi, mereka tidak bisa mendekat karena warga saling serang menggunakan batu dan kayu sampai ada korban yang kena lemparan batu, dan mereka berdua juga hampir terkena lemparan batu.
“Melihat situasi yang tidak terkendali dan hampir mengancam keselamatan kedua anggota Polri, Brigadir SS terpaksa melepaskan tembakan peringatan sebanyak 3  kali ke arah udara, dengan tujuan supaya massa yang sedang tawuran membubarkan diri,” terangnya.
Mungkin, karena mendengar suara tembakan, lanjut Rickson, massa mulai berteriak-teriak ada polisi. Secepatnya setelah itu massa mulai membubarkan diri dan petugas baru bisa turun lokasi dan menyuruh para korban yang kena lemparan batu lapor ke Polres Sikka.
Sambil menunggu situasi reda kurang lebih 30 menit, takut ada tawuran susulan, petugas masih berada di sekitar lokasi kejadian.
“Setelah situasi reda, baru kedua petugas melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Saat mereka pulang, belum ada informasi tentang adanya korban penembakan, bahkan mereka masih ada di tempat kejadian perkara kurang lebih setengah jam setelah massa mulai bubar,” tuturnya.
Kabag Humas Polres Sikka, Iptu Margono, menambahkan, baru kemudian  Brigadir SS sekitar  jam 09.00 WITA mengetahui kabar dari teman-temannya kalau saat itu ada korban di rumah sakit yang kena peluru saat kejadian tawuran semalam, bernama DJ, berusia 15 tahun.
“Brigadir SS baru mengetahui ada kejadian korban terkena peluru dan dirawat di RSU TC Hillers pada jam 08.30 WITA, setelah pihak Polres Sikka mendapatkan laporan dugaan korban luka, karena terkena tembakan,” ungkapnya.
Wakapolres Sikka, Kompol Iswahyudi, segera membesuk korban dan berkoordinasi dengan pihak RSU TC. Hillers untuk segera melakukan upaya penyelamatan nyawa korban.
“Prioritas saat ini adalah melakukan upaya-upaya medis dalam rangka penyelamatan nyawa korban, dengan seluruh biaya pengobatan ditanggung pihak Polres Sikka,” bebernya.
Pihak keluarga, lanjut Margono, telah menyerahkan permasalahan ini diproses secara hukum dan sudah membuat laporan polisi di SPKT Polres Sikka. Saat ini juga, Polres Sikka telah melakukan pemeriksaan terhadap Brigpol SS dan saksi-saksi lainnya serta mengamankan senjata api yang dipegang Brigpol SS.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.