Tekan Anjing Liar, Dinkeswan Bali Imbau tak Banyak Pelihara Anjing

Editor: Satmoko

316

DENPASAR – Maraknya pembantaian anjing yang terjadi di Bali yang viral di media sosial, membuat masyarakat resah. Tak terkecuali pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali telah turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk petugas di desa-desa. Namun dari hasil investigasi yang dilakukan, pihak Dinkeswan belum bisa membuktikan kebenaran informasi yang beredar.

“Mungkin pernah terjadi, namun dari hasil koordinasi, kami tak menemukan,” ucap Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Viteriner, dan Pengolahan Pemasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, drh. Ni Made Sukerni, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu, (10/6/2018).

Namun, pihaknya juga masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi hal itu tetap terjadi. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan koordinasi serta mengimbau masyarakat, khususnya penggemar anjing, agar merawat dan memelihara hewan peliharaan dengan baik.

Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Viteriner dan Pemasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. Ni Made Sukerni di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS),Minggu, (10/6/2018).-Foto: Sultan Anshori.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk memelihara anjing dalam jumlah yang sesuai kemampuan. Supaya tidak menjadi hewan peliharaan yang sia-sia dan pada ujungnya terjadi penelantaran serta penyiksaan terhadap anjing.

“Keberadaan anjing liar di Bali disebabkan oleh ulah sebagian masyarakat yang membuang anak anjing di sembarang tempat. Oleh sebab itu jika ingin memelihara anjing agar sewajarnya saja,” jelasnya.

Sukereni juga menambahkan, dari data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali tercatat, jumlah populasi anjing di Bali sebanyak 600 ribu dan 70 persennya adalah anjing liar.

Oleh sebab itu, pihaknya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya untuk menekan populasi anjing liar yang ada di Bali. Salah satunya dengan melakukan kontrol populasi dan tentu sosialisasi.

Seperti yang diketahui, sebelumnya sempat viral dengan adanya kasus penganiayaan beberapa ekor anjing oleh warga di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli, Bali.

Baca Juga
Lihat juga...