Telan Korban, Penanganan Banjir di Balikpapan, Mendesak

Editor: Koko Triarko

396
BALIKPAPAN – Beberapa kawasan di Kota Balikpapan, rawan terjadinya banjir, bila hujan deras mengguyur. Bahkan ,pada Kamis (21/6), banjir memakan satu korban jiwa karena hanyut oleh arus drainase di kawasan Gunung Malang.
Ketua Biro Pora Senkom Mitra Polri Kaltim, Agus Wijayanto, menilai kawasan yang rawan banjir seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan, agar tidak mengakibatkan korban jiwa. Karena persoalan banjir yang terjadi saat ini merupakan hal yang sangat krusial untuk ditangani.
“Mestinya yang rawan genangan air dan banjir diatur secara serius oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Kasihan kan masyarakat dan para orang tua yang memiliki anak, karena harus was-was dengan kondisi jalan yang tergenang air,” bebernya, Jumat (22/6/2018).
Ketua Biro Pora Senkom Mitra Polri Kaltim, Agus Wijayanto. –Foto: Ferry Cahyanti
Pada Kamis (21/6) dini hari sekira pukul 03.15 WITA, seorang remaja bernama Rezky Joni Falan terjatuh sepeda motor ketika menikung di pertigaan Gunung Malang, Jalan Jenderal Ahmad Yani yang digenangi banjir. Ketika itu, korban dibonceng oleh rekannya.
Berdasarkan rekaman CCTV Dishub Balikpapan, terlihat sepeda motor sempat terpeleset, lalu korban terjatuh dan hanyut ke dalam drainase. Jasad siswa SMK Setia Budi ini baru ditemukan pada Jumat (22/6) pagi, di belakang Mal Balikpapan Ocean Square oleh tim SAR gabungan.
Menurut Agus, dengan kejadian tersebut, pemerintah harus membuat pagar besi keliling pada drainase di daerah rawan. Termasuk menerbitkan peraturan, agar instansi terkait menyediakan lifebuoy ring pada tempat-tempat rawan dengan kedalaman tertentu.
“Fungsinya, ketika ada orang terpeleset atau hanyut bisa segera dilakukan pertolongan dengan melempar pelampung tersebut,” tandasnya.
Dia mengharapkan, pemerintah memberikan perhatian yang serius pada kejadian ini, dan sangat memperhatikan daerah yang rawan terjadi genangan air bila hujan mengguyur.
“Daerah yang rawan banjir itu sekitar bundaran Monumen Adipura, jalur sekitar Puskib hingga lampu merah Gunung Malang, Gunung Sari dan jalan Beller,” imbuh Agus.
Baca Juga
Lihat juga...