Tenaga Medis di Sikka Tidak Ikut Cuti Bersama

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

315

MAUMERE — Tenaga medis di kabupaten Sikka yang tersebar di Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas hingga RSU TC Hillers Maumere tetap bertugas melayani pasien yang berobat di sarana kesehatan tersebut sehingga tidak meliburkan diri sejak tanggal 11 hingga 20 Juni 2018 seperti para Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya.

“Untuk tenaga medis seperti bidan dan perawat yang bertugas di Polindes maupun Poskesdes mereka tetap libur, sementara yang bertugas di Pustu dan Puskesmas hingga rumah sakit tetap bekerja seperti biasa,” ujar kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, Rabu (13/6/2018).

Dikatakan Maria, petugas medis di Pustu dan Puskesmas tetap bertugas seperti biasa dengan dibagi shift jaga. Begitu pun sistem shift yang juga diterapkan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, RSU RC Hillers Maumere.

“Untuk petugas di Pustu dan Puskesmas hanya libur saat tanggal merah saat lebaran saja. Namun bila ada penanganan medis darurat seperti persalinan dan lainnya maka mereka dapat memberikan pelayanan,” ungkapnya.

Sementara itu direktur RS TC Hillers Maumere dr. Clara Yosefina Francis, MPH kepada Cendana News mengatakan, semua tenaga medis maupun manajemen yang bertugas seperti biasa kecuali petugas manajemen yang libur saat tanggal merah di hari lebaran saja.

“Hanya manajemen saja yang libur saat tanggal merah di hari raya Idul Fitri tapi tenaga medis tetap bekerja seperti biasa melayani pasien dengan sistim shift dan dibagi tiga shift. Petugas kebersihan dan tenaga keamanan juga tetap bertugas seperti biasa,” terangnya.

Direktur RSU TC Hillers
Direktur RSU TC Hillers Maumere dr.Clara Yosefina Francis,MPH. Foto : Ebed de Rosary

Rumah sakit milik Pemkab Sikka yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini sebut Clara, memiliki tenaga kesehatan baik bidan dan perawat sebanyak 267 orang. Sementara dokter spesialis ada 15 orang dan dokter umum 13 orang. Pegawai di bagian manajemen berjumlah 15 orang.

“Ada beberapa dokter spesialis dan dokter umum asal luar daerah yang beragama Islam sehingga mereka kami perbolehkan mengambil cuti bersama karena ada tenaga dokter lainnya yang bisa menangani sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pasien,” tuturnya.

Clara menjelaskan, hak cuti selama 12 hari yang tidak diambil tersebut tetap dipergunakan oleh karyawan namun jadwalnya sesuai permintaan tenaga medis tersebut dengan mendapat persetujuan dari manajemen rumah sakit sendiri.

“Kami harus siapkan tenaga medis pengganti atau harus lembur untuk mengisi kekosongan kalau ada tenaga medis yang cuti. Kami sudah terbiasa bekerja saat ASN lainnya libur sehingga tidak menjadi persoalan dan semuanya demi melayani kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...