Tersangka Suap OTT Kendari Segera Jalani Persidangan

Editor: Mahadeva WS

245

JAKARTA – Sejumlah tersangka suap OTT di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dalam waktu dekat segera menjalani persidangan. Ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus tersebut.

Keempat tersangka tersebut adalah, calon Gubernur Sultra Asrun, Wali Kota Kendari non akti Adriatma Dwi Putra, mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Pemerintah Kota Kendari Fatmawati Faqih dan  Direktur Utama PT. Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah.

“Agenda persidangan terhadap sejumlah tersangka hasil OTT KPK di Kendari segera dilakukan dalam waktu dekat di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Selasa (26/6/2018).

Jadwal persidangan, tinggal menunggu penetapan persidangan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Keempat tersangka tersebut hingga saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK di Jakarta.

Penyidik KPK sampai saat ini telah melakukan meminta keterangan dan memeriksa 41 saksi yang berasal dari berbagai unsur. Diantaranya pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara, sejumlah Pegawai Negari Sipil (PNS) setempat dan saksi dari unsur swasta.

Asrun sebelumnya pernah menjabat sebagai Wali Kota Kendari selama dua periode berturut-turut, sejak 2007 hingga 2014. Asrun kemudian digantikan anaknya Adriatma yang terpilih menjabat sebagai Wali Kota Kendari periode 2015 hingga 2020. KPK menduga, Asrun meminta bantuan Adriatma yang masih menjabat Wali Kota Kendari mencarikan uang untuk kepentingan pembiayaan pencalonannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Tenggara sebagai calon gubernur.

Adriatma kemudian meminta bantuan sebagai sumbangan dana kampanye kepada Hasmun Hamzah pemilik PT. SBN, yang merupakan perusahaan kontraktor yang telah lama menjadi rekanan Pemkot Kendari sejak 2012 hingga 2018. Sebelumnya, PT. SBN telah dinyatakan sebagai pihak pemenang lelang tender proyek pengerjaan dan peningkatan kualitas jalan antara Bungkutoko hingga Kendari News Port. Kegiatan tersebut nilai proyeknya sebesar Rp60 miliar.

Hasmun menyanggupi memberikan uang untuk keperluan sebesar Rp2,8 miliar. Uang diberikan secara tunai dan transfer rekening antar bank. Uang tidak langsung diberikan kepada Adriatma, namun melalui perantaraan Fatmawati. Uang tersebut disimpan terlebih dahulu di dalam rekening pribadi Fatmawati, dan diberikan secara bertahap kepada Adriatma Dwi Putra.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.