Tiga Ekor Buaya di Kali Grogol Diduga Peliharaan

Editor: Koko Triarko

219
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara mengenai 3 ekor buaya di Kali Grogol, Jakarta Barat. Penemuan itu dari seorang warga sekitar, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018). –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengaku telah memanggil tim khusus untuk memantau perkembangan keberadaan buaya yang berada di Kali Grogol, Jakarta Barat. 
Pasalnya, hingga kini beberapa petugas gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan dan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, masih terus melakukan pencarian tiga ekor buaya yang berukuran besar dengan panjang dua meter tersebut.
“Sekarang lagi dicari, belum terdeteksi. Posisinya di mana, tapi harapannya bagi kami bukan hanya kasus tiga terakhir ini, tapi yang lebih penting adalah mencegah bagaimana ini tidak terulang kembali,” ucap Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).
Sebagai tindaklanjut, Pemerintah Provinsi DKI akan melakukan penelusuran terhadap rumah-rumah yang khususnya berada di dekat kawasan Kali Grogol, untuk memastikan apakah terdapat tempat penangkaran buaya atau pun tempat bekas pemeliharaan buaya.
“Tim kita sedang memeriksa, nanti kita akan panggil. Untuk kita melakukan screening (penyaringan) kepada rumah-rumah, lingkungan-lingkungan yang ditengarai memelihara binatang buas berbahaya yang tidak seharusnya dipelihara di lingkungan perumahan,” kata Anies.
Dia pun menduga, ada indikasi jika ketiga ekor buaya jenis muara tersebut bukan buaya liar, melainkan buaya yang memang sengaja dan sudah lama dipelihara oleh warga Jakarta.
Anies menyebut, tak seharusnya binatang buas itu dipelihara di lingkungan perumahan warga. “Binatang buas berbahaya tidak seharusnya dipelihara di lingkungan perumahan, karena efeknya seperti ini,” katanya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, mengatakan saat ini petugas yang telah diterjunkan masih terus menyusur dan mencari keberadaan buaya-buaya di aliran Kali Grogol.
“Kita ini seringkali membereskan hilirnya, hilirnya seperti ini, buaya, ular lepas dan binatang buas lainnya, yang sekarang sedang dicari posisi dan mendeteksi di mana (buaya) itu,” ujarnya.
Dia mengatakan, petugas juga sedang mengecek apakah buaya itu benar peliharaan warga atau buaya liar. “Ada sinyal ke sana (buaya peliharaan), kita harus cek,” katanya.
Sementara, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulanagan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romlih, mengatakan upaya dalam pencarian dan penangkapan buaya muara di Kali Grogol, Jakarta Barat dilakukan dengan menggunakan tiga ekor ayam yang digantung di jembatan penghubung kali.
Ayam-ayam itu digantung untuk memancing buaya muncul ke permukaan. Pencarian buaya di daerah itu berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga siang. “Kami sudah berusaha pancing dengan ayam. Tiga ayam hidup digantung tiap sudut. Enggak dimakan,” ujar Rompis di lokasi, Jakarta Barat.
Pada pencarian ini, Rompis tidak menggunakan alat tembak dan bius. Justru dia lebih memancing melalui ayam untuk santapannya. Ayam tersebut diikat dan digantung, dengan harapan buaya keluar dan memakannya. Para petugas bahkan menyiapkan seekor ayam cadangan yang akan digunakan jika diperlukan.
Selain memancing dengan ayam hidup, dia juga menurunkan dua tim pencarian. Mereka menyisir di titik awal buaya ditemukan dekat Stasiun Grogol hingga sejauh 500 meter.
Ada pula anggota dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang turun menyusuri kali.
Sebelumnya, warga melihat beberapa ekor buaya berenang di Kali Grogol, tepatnya di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Salah satu warga mengatakan, buaya itu muncul pada Rabu sekitar pukul 08.30 WIB, sebanyak tiga ekor.
Baca Juga
Lihat juga...